- Sistem analitik pengunjung berbasis CCTV
- Asisten medis untuk membantu diagnosis awal
- Generator gambar berbasis AI
- Pembesar dokumen cerdas dengan dukungan AI
Seluruh aplikasi tersebut dapat memanfaatkan kemampuan NPU tanpa ketergantungan penuh terhadap layanan cloud.
Qualcomm Siapkan Era Agentic AI
CEO Qualcomm, Cristiano Amon, menegaskan bahwa masa depan perusahaan berfokus pada AI yang berjalan langsung di perangkat pengguna.
Konsep ini dikenal sebagai Agentic AI, yakni sistem kecerdasan buatan yang mampu menjalankan tugas secara mandiri dengan intervensi pengguna yang minimal.
Menurut Qualcomm, teknologi tersebut nantinya tidak hanya hadir pada laptop dan smartphone, tetapi juga akan diterapkan pada:
- Smartwatch
- TWS
- Smart glasses
- Perangkat rumah pintar
- Robot berbasis AI
Untuk mendukung ekosistem tersebut, Qualcomm juga tengah mengembangkan teknologi jaringan 6G yang diklaim mampu menghadirkan latensi rendah dan konektivitas yang lebih presisi.
Cocok untuk Pasar Indonesia
Dalam sesi wawancara dengan media, SVP dan GM of Compute Qualcomm, Kedar Conda, menyebut bahwa Snapdragon C dirancang untuk menjangkau lebih banyak pengguna di berbagai negara berkembang, termasuk Indonesia.
Menurutnya, kemampuan AI offline menjadi salah satu nilai tambah utama karena pengguna tidak harus bergantung pada koneksi internet yang stabil.
Selain itu, pemrosesan AI secara lokal juga dapat membantu mengurangi ketergantungan terhadap layanan AI berbasis cloud yang umumnya memerlukan biaya tambahan.
Dengan harga mulai Rp5 jutaan, dukungan AI offline, efisiensi baterai tinggi, serta ekosistem Windows on ARM yang semakin matang, Snapdragon C berpotensi menjadi salah satu inovasi paling menarik di pasar laptop pada 2026. Kehadirannya membuka peluang bagi lebih banyak konsumen untuk menikmati teknologi AI modern tanpa harus membeli laptop kelas premium.