Qualcomm Bidik Pasar Laptop Entry-Level dengan Snapdragon C dan AI Offline

Chip Snapdragon C membuka era laptop AI murah dengan fitur AI offline, baterai awet, dan harga mulai Rp5 jutaan.
gambar-user/JYiVWSgzPzy0COzkScRf257TVeX4ALUGscdF7APw.jpg
Budi Setiawan - Jumat, 12 Jun 2026 - 06:18 WIB
Prototipe Acer Aspire Go 15 bertenaga Snapdragon C dipamerkan di Computex 2026. Laptop AI ini diklaim hadir dengan harga mulai Rp5 jutaan dan dukungan AI offline.
Prototipe Acer Aspire Go 15 bertenaga Snapdragon C dipamerkan di Computex 2026. Laptop AI ini diklaim hadir dengan harga mulai Rp5 jutaan dan dukungan AI offline. - Ilustrasi Medialampung.co.id

Follow Us:

Media Lampung WhatsApp Channels
Advertisements

Advertisements

  • Sistem analitik pengunjung berbasis CCTV
  • Asisten medis untuk membantu diagnosis awal
  • Generator gambar berbasis AI
  • Pembesar dokumen cerdas dengan dukungan AI

Seluruh aplikasi tersebut dapat memanfaatkan kemampuan NPU tanpa ketergantungan penuh terhadap layanan cloud.

Qualcomm Siapkan Era Agentic AI

CEO Qualcomm, Cristiano Amon, menegaskan bahwa masa depan perusahaan berfokus pada AI yang berjalan langsung di perangkat pengguna.

Konsep ini dikenal sebagai Agentic AI, yakni sistem kecerdasan buatan yang mampu menjalankan tugas secara mandiri dengan intervensi pengguna yang minimal.

Menurut Qualcomm, teknologi tersebut nantinya tidak hanya hadir pada laptop dan smartphone, tetapi juga akan diterapkan pada:

Advertisements

  • Smartwatch
  • TWS
  • Smart glasses
  • Perangkat rumah pintar
  • Robot berbasis AI

Untuk mendukung ekosistem tersebut, Qualcomm juga tengah mengembangkan teknologi jaringan 6G yang diklaim mampu menghadirkan latensi rendah dan konektivitas yang lebih presisi.

Cocok untuk Pasar Indonesia

Dalam sesi wawancara dengan media, SVP dan GM of Compute Qualcomm, Kedar Conda, menyebut bahwa Snapdragon C dirancang untuk menjangkau lebih banyak pengguna di berbagai negara berkembang, termasuk Indonesia.

Menurutnya, kemampuan AI offline menjadi salah satu nilai tambah utama karena pengguna tidak harus bergantung pada koneksi internet yang stabil.

Selain itu, pemrosesan AI secara lokal juga dapat membantu mengurangi ketergantungan terhadap layanan AI berbasis cloud yang umumnya memerlukan biaya tambahan.

Advertisements

Dengan harga mulai Rp5 jutaan, dukungan AI offline, efisiensi baterai tinggi, serta ekosistem Windows on ARM yang semakin matang, Snapdragon C berpotensi menjadi salah satu inovasi paling menarik di pasar laptop pada 2026. Kehadirannya membuka peluang bagi lebih banyak konsumen untuk menikmati teknologi AI modern tanpa harus membeli laptop kelas premium.

 

Share:
Editor: Budi Setiawan
Source:
Advertisements

Baca Juga

Rekomendasi

Advertisements

Berita Populer

  1. #1
  1. #2
  1. #3
  1. #4
  1. #5
Advertisements

Berita Terbaru

Advertisements

Berita Pilihan

Advertisements

Topik Populer

  1. #1
  1. #2
  1. #3
  1. #4
  1. #5
Advertisements

Foto Terbaru

Video Terbaru

Advertisements