BANDAR LAMPUNG – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini cuaca untuk wilayah Provinsi Lampung pada Sabtu 13 Juni 2026.
Sejumlah daerah diperkirakan berpotensi mengalami hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang dapat disertai kilat atau petir serta angin kencang.
Berdasarkan peringatan yang diterbitkan BMKG pada pukul 08.30 WIB, potensi cuaca ekstrem mulai terjadi sekitar pukul 08.40 WIB di sejumlah wilayah Kabupaten Lampung Timur, Lampung Selatan, Tulang Bawang, dan Mesuji.
Di Kabupaten Lampung Timur, wilayah yang berpotensi terdampak meliputi Taman Nasional Way Kambas, Kecamatan Jabung, Gunung Pelindung, Pasir Sakti, Waway Karya, Braja Selebah, dan Marga Sekampung.
Sementara itu, di Kabupaten Lampung Selatan potensi hujan lebat diperkirakan terjadi di Kecamatan Palas, Sragi, dan Candipuro. Adapun di Kabupaten Tulang Bawang, cuaca serupa berpotensi terjadi di Kecamatan Gedung Aji, Banjar Agung, Rawa Jitu Selatan, dan Banjar Margo.
Di Kabupaten Mesuji, potensi hujan lebat disertai petir dan angin kencang diperkirakan terjadi di Kecamatan Mesuji Timur dan Tanjung Raya.
BMKG juga mengingatkan bahwa kondisi cuaca tersebut berpotensi meluas ke sejumlah wilayah lain. Di Kabupaten Lampung Selatan, potensi hujan dapat meluas ke Kecamatan Kalianda, Sidomulyo, Katibung, Penengahan, Ketapang, Rajabasa, Bakauheni, Tanjung Sari, Way Sulan, dan Way Panji.
Selain itu, hujan dengan karakteristik serupa juga berpotensi meluas ke sejumlah wilayah di Kabupaten Lampung Tengah, Tulang Bawang, Tanggamus, Lampung Timur, Mesuji, Tulang Bawang Barat, hingga Kecamatan Panjang di Kota Bandar Lampung. Menurut perkiraan BMKG, kondisi cuaca tersebut masih dapat berlangsung lama.
Masyarakat yang berada di wilayah berpotensi terdampak diimbau meningkatkan kewaspadaan terhadap kemungkinan terjadinya genangan air, pohon tumbang, serta gangguan aktivitas akibat hujan lebat yang disertai petir dan angin kencang.
Selain itu, pengguna jalan dan nelayan diminta terus memantau perkembangan informasi cuaca terkini dari BMKG guna mengantisipasi berbagai risiko yang dapat ditimbulkan oleh cuaca ekstrem.