Dengan bobot kering sekitar 83 kilogram dan kecepatan puncak yang dapat menembus 105 km/jam, A100 dikenal ringan dan mudah dikendalikan.
Karakter ini membuatnya populer di kalangan pengendara muda dan pekerja yang membutuhkan kendaraan praktis untuk mobilitas sehari-hari.
Di Indonesia, Suzuki A100 sempat menjadi motor yang cukup populer pada masanya. Bahkan, motor ini pernah digunakan oleh sejumlah instansi pemerintah, termasuk PT Pos Indonesia, sebagai kendaraan operasional untuk pengantaran surat dan paket karena keiritan serta keandalannya.
Seiring berjalannya waktu, Suzuki A100 bertransformasi dari motor harian menjadi barang koleksi.
Saat ini, keberadaannya banyak ditemukan di garasi komunitas motor klasik dan kerap menjadi pusat perhatian dalam ajang pameran kendaraan lawas.
Meski produksinya telah berakhir sejak beberapa dekade lalu, Suzuki A100 tetap dianggap sebagai bagian penting dalam sejarah motor komuter dua-tak.
Desain klasik, mesin responsif, serta nilai nostalgia menjadikannya lebih dari sekadar kendaraan lama, melainkan warisan otomotif yang terus dihormati oleh generasi pecinta motor klasik hingga kini.