Alzier Desak Evaluasi Total Usai Kematian Gajah Indra, Soroti Dugaan Kelalaian di Way Kambas

Alzier Dianis Thabranie menilai kematian Gajah Sumatera Indra perlu diusut melalui evaluasi menyeluruh terhadap sistem konservasi di Way Kambas.
Krisna Jeri - Minggu, 12 Jul 2026 - 16:04 WIB
Tokoh masyarakat Lampung, M. Alzier Dianis Thabranie, meminta evaluasi menyeluruh terhadap sistem perawatan satwa konservasi di Taman Nasional Way Kambas menyusul kematian Gajah Sumatera Indra.
Tokoh masyarakat Lampung, M. Alzier Dianis Thabranie, meminta evaluasi menyeluruh terhadap sistem perawatan satwa konservasi di Taman Nasional Way Kambas menyusul kematian Gajah Sumatera Indra. - Foto Istimewa

Follow Us:

Media Lampung WhatsApp Channels
Advertisements

LAMPUNG TIMUR – Tokoh masyarakat Lampung, M. Alzier Dianis Thabranie, melontarkan kritik keras terhadap pengelolaan satwa di Taman Nasional Way Kambas (TNWK) menyusul meninggalnya Gajah Sumatera bernama Indra. 

Menurutnya, kematian satwa konservasi yang telah mengabdi selama puluhan tahun itu perlu menjadi bahan evaluasi menyeluruh terhadap sistem perawatan dan pengawasan di kawasan konservasi tersebut.

Dalam keterangannya pada Sabtu 11 Juli 2026, Alzier menilai kematian Indra tidak seharusnya dipandang hanya sebagai konsekuensi usia tua, tetapi juga perlu ditelusuri apakah terdapat kekurangan dalam proses penanganan kesehatan selama bertahun-tahun.

"Ini bukan kematian biasa. Ini akibat kelalaian sistemik para petugas! Untuk apa negara menempatkan petugas jika pada akhirnya membiarkan satwa tua yang telah berjasa besar mati tanpa penanganan maksimal?" tegas Alzier.

Advertisements

Indra, gajah jantan berusia 42 tahun asal Desa Karang Sari, dilaporkan mati pada 22 Juni 2026 pukul 11.06 WIB. 

Alzier mengungkapkan, persoalan kesehatan Indra diduga bermula setelah kendaraan yang mengangkut satwa tersebut mengalami kecelakaan pada akhir 2017 usai membantu penanganan konflik satwa di Taman Nasional Bukit Barisan Selatan (TNBBS). Insiden tersebut disebut mengakibatkan cedera pada bagian tulang belakang Indra.

Menurutnya, sejak saat itu Indra seharusnya mendapatkan penanganan medis secara optimal.

"Seharusnya sejak 2017 petugas memberikan penanganan maksimal. Yang terjadi justru Indra dipensiunkan, sementara kondisi kesehatannya terus menurun tanpa penanganan yang benar-benar optimal," ujar Alzier.


Banner Parfum Shopee

Advertisements

Alzier juga menyoroti peristiwa yang terjadi sehari sebelum Indra dinyatakan mati.

Ia menyebut gajah tersebut tiba-tiba ambruk saat selesai mandi di area rawa pada 21 Juni 2026 ketika hendak kembali ke lokasi perawatan.

"Ini yang menjadi pertanyaan besar. Gajah yang puluhan tahun beraktivitas di hutan mendadak ambruk. Artinya, ada yang tidak beres dalam pengawasan kondisi kesehatannya selama ini," kecamnya.

Setelah kejadian tersebut, tim penyelamat berupaya memberikan pertolongan selama lebih dari 20 jam. Namun, upaya tersebut tidak berhasil menyelamatkan nyawa Indra.

Share:
Editor: Budi Setiawan
Source:
Advertisements

Baca Juga

Rekomendasi

Advertisements

Berita Populer

  1. #1
  1. #2
  1. #3
  1. #4
  1. #5
Advertisements

Berita Terbaru

Advertisements

Berita Pilihan

Advertisements

Topik Populer

  1. #1
  1. #2
  1. #3
  1. #4
  1. #5
Advertisements

Foto Terbaru

Video Terbaru

Advertisements