BANDAR LAMPUNG – Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Bandar Lampung membuka peluang pembiayaan peserta didik yang bersekolah di sekolah swasta melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) apabila daya tampung sekolah negeri tidak lagi mampu mengakomodasi seluruh lulusan.
Pernyataan tersebut disampaikan Kepala Dinas Pendidikan Kota Bandar Lampung, M. Nur Ramadhan, usai mengikuti Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama Komisi IV DPRD Kota Bandar Lampung yang membahas evaluasi pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) Tahun Ajaran 2026/2027.
Menurut Nur Ramadhan, skema kerja sama antara pemerintah daerah dan sekolah swasta dengan dukungan pembiayaan dari APBD memungkinkan untuk diterapkan apabila kebutuhan daya tampung sekolah negeri sudah tidak lagi mencukupi.
"Bisa saja. DKI Jakarta kan menerapkan cara seperti itu. Pemerintah DKI karena sekolah negerinya tidak bisa menampung, akhirnya bekerja sama dengan sekolah swasta dan dibiayai oleh Pemerintah DKI," ujar Nur Ramadhan pada Jum'at 10 Juli 2025.
Meski membuka peluang penerapan kebijakan tersebut, Nur Ramadhan menegaskan kondisi di Kota Bandar Lampung saat ini masih berbeda dengan DKI Jakarta.
Ia menjelaskan, kapasitas sekolah negeri dinilai masih mampu menampung sebagian besar lulusan sekolah dasar sehingga kerja sama dengan sekolah swasta belum menjadi kebutuhan yang mendesak.
"Masalahnya kan daya tampung kita masih cukup. Kalau nanti daya tampung kita enggak cukup, baru kita kerja sama dengan swasta. Masalahnya kan itu," katanya.
Menurutnya, pembangunan sekolah negeri baru memerlukan anggaran yang besar dan proses yang tidak singkat.
Oleh sebab itu, kemitraan dengan sekolah swasta dapat menjadi solusi yang lebih cepat apabila kebutuhan ruang belajar meningkat pada masa mendatang.
Saat ditanya mengenai kemungkinan memasukkan skema pembiayaan tersebut dalam pembahasan APBD Murni Tahun Anggaran 2027, Nur Ramadhan menyatakan hal itu memungkinkan apabila didasarkan pada kebutuhan riil di lapangan.
Ia menegaskan, kebijakan tersebut dapat dipertimbangkan apabila jumlah peserta didik yang tidak tertampung di sekolah negeri terus meningkat.
"Bisa saja, bisa saja, dimungkinkan. Cuma ya itu, kita memperhatikan daya tampung dulu. Kalau daya tampungnya kurang, baru kita lakukan kerja sama dengan sekolah swasta, karena membangun sekolah membutuhkan biaya yang besar," jelasnya.