Berdasarkan data Sistem Kewaspadaan Dini dan Respon (SKDR) Kota Bandar Lampung pada Minggu ke-28 Tahun 2026 atau pertengahan Juli 2026, Dinkes mencatat sebanyak 2.335 kasus ISPA. Angka tersebut relatif stabil dalam empat pekan terakhir.
Sementara itu, jumlah suspek demam tifoid mencapai 191 kasus atau meningkat sekitar 12,4 persen dibandingkan empat pekan sebelumnya. Peningkatan lebih tinggi terjadi pada kasus pneumonia yang tercatat sebanyak 55 kasus atau naik sekitar 48,6 persen dalam periode yang sama.
Adapun kasus diare akut tercatat sebanyak 319 kasus dengan tren yang relatif stabil. Sementara penyakit serupa influenza atau Influenza Like Illness (ILI) tercatat sebanyak empat kasus dan tidak mengalami perubahan signifikan dalam empat pekan terakhir.
Muhtadi menjelaskan data tersebut merupakan hasil pencatatan agregat Sistem Kewaspadaan Dini dan Respon yang dihimpun dari seluruh puskesmas sebagai fasilitas kesehatan tingkat pertama (FKTP) serta rumah sakit yang menjadi jejaring pelapor SKDR di seluruh wilayah Kota Bandar Lampung.
Ia berharap masyarakat semakin disiplin menerapkan pola hidup bersih dan sehat serta segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan apabila mengalami gejala seperti demam tinggi, sesak nafas, diare berkepanjangan, maupun tanda-tanda dehidrasi.