Generasi awal menggunakan garpu teleskopik upside-down berdiameter sekitar 40-41 mm di bagian depan. Suspensi belakang mengandalkan monoshock yang dapat disetel dan dipadukan dengan swingarm.
Roda berukuran 17 inci digunakan untuk mendukung karakter pengendalian motor.
Sementara itu, sistem pengereman dirancang untuk mengimbangi performanya.
Pada generasi awal, RS 250 menggunakan dua cakram depan berdiameter 298 mm dengan kaliper empat piston serta cakram belakang sekitar 220 mm.
Perangkat tersebut menunjukkan bahwa Aprilia tidak memperlakukan RS 250 sebagai motor kecil biasa.
Sejak awal, motor ini memang diposisikan sebagai mesin sport serius.
Secara visual, Aprilia RS 250 memiliki karakter yang sulit disamakan dengan motor 250 cc biasa.
Full fairing membungkus mesin dan rangka, sementara desain tangki, buritan, jok dan sistem knalpot menciptakan siluet yang menyerupai motor balap.
Posisi berkendaranya juga dirancang dengan nuansa sporty.
Pada 1998, Aprilia melakukan pembaruan cukup besar terhadap RS 250.
Penyegaran tersebut mencakup desain bodi, suspensi depan Showa, penyempurnaan suspensi belakang, instrumentasi, roda dan ban.