Dampaknya cukup terasa saat rendering. Aktivitas berat tidak serta-merta membuat seluruh sistem menjadi tersendat. Pengguna masih dapat menggerakkan kursor, membuka menu, maupun berpindah aplikasi dengan lebih lancar.
CachyOS juga menerapkan optimasi AMD P-State untuk membantu efisiensi daya dan pengelolaan suhu. Sementara itu, teknik Link Time Optimization (LTO) turut digunakan dalam proses kompilasi untuk mengoptimalkan kinerja instruksi.
Repositori Software Ikut Dioptimalkan
Optimasi CachyOS tidak berhenti pada kernel.
Distro ini menyediakan repositori khusus dengan paket software yang dikompilasi berdasarkan kemampuan prosesor tertentu. Pendekatan tersebut berbeda dari paket software yang dibuat untuk kompatibilitas CPU secara umum.
Dalam pengujian yang dibagikan Febian, optimasi kompilasi tersebut diklaim mampu memberikan peningkatan performa aplikasi sekitar 5 hingga 20 persen, tergantung jenis aplikasinya.
Kdenlive juga mendapatkan optimasi melalui kombinasi LTO dan Profile-Guided Optimization (PGO).
Artinya, peningkatan performa tidak hanya berasal dari sistem operasi secara keseluruhan, tetapi juga dari bagaimana aplikasi dikompilasi dan dioptimalkan untuk hardware tertentu.
ZRAM Jadi Andalan Saat RAM 16 GB Mulai Penuh
Salah satu fitur yang paling terasa dalam penggunaan sehari-hari adalah ZRAM.
CachyOS mengaktifkan ZRAM sebagai mekanisme swap bawaan. Berbeda dengan swap konvensional yang menggunakan SSD atau harddisk, ZRAM memanfaatkan sebagian RAM untuk menyimpan data yang telah dikompresi.
Pendekatan ini membuat sistem tidak harus langsung memindahkan data memori ke penyimpanan yang kecepatannya lebih rendah dibanding RAM.
Konfigurasi ZRAM bawaan yang digunakan memiliki rasio 1:1 terhadap kapasitas RAM fisik. Dengan RAM 16 GB, sistem dapat memiliki ruang kompresi tambahan yang membantu ketika kebutuhan memori meningkat.
Dampaknya cukup penting untuk pekerjaan editing video. Risiko aplikasi macet atau mengalami crash akibat tekanan memori dapat ditekan.