Bobot ringan, desain sporty, dan karakter mesin dua langkah membuat motor-motor kecil Zündapp tetap memiliki penggemar hingga saat ini.
Sejarah Zündapp ternyata tidak hanya berkaitan dengan sepeda motor. Pada akhir 1950-an, perusahaan tersebut juga mencoba memasuki industri mobil kecil.
Zündapp memproduksi mobil mungil bernama Janus. Kendaraan empat penumpang tersebut menjadi salah satu proyek paling unik dalam perjalanan perusahaan.
Selain kendaraan roda empat, Zündapp juga pernah memproduksi berbagai produk lain, seperti mesin kapal, mesin pemotong rumput, dan mesin jahit.
Perkembangan tersebut memperlihatkan bahwa Zündapp pernah memiliki portofolio produk yang jauh lebih luas dibandingkan hanya sepeda motor.
Memasuki dekade 1970-an dan awal 1980-an, industri sepeda motor Eropa mengalami perubahan besar.
Persaingan dengan produsen Jepang semakin ketat, sementara pasar moped dan sepeda motor kecil juga menghadapi perubahan regulasi.
Zündapp akhirnya mengalami penurunan penjualan dan menghadapi masalah keuangan.
Pada 1984, Dieter Neumeyer, generasi terakhir keluarga pendiri yang memimpin perusahaan, mengajukan kebangkrutan.
Keputusan tersebut sekaligus mengakhiri era produksi sepeda motor Zündapp di Jerman.
Peralatan produksi dan nama Zündapp kemudian berpindah tangan.