LAMPUNG BARAT – Masyarakat Pekon Purajaya, Kecamatan Kebuntebu, kembali menggelar tradisi tahunan Hajat Bumi dalam rangka menyambut Tahun Baru Islam 1 Muharam. Kegiatan yang sarat nilai budaya dan keagamaan tersebut berlangsung meriah dengan menampilkan berbagai kesenian tradisional, doa bersama, serta tausiyah agama.
Tradisi yang telah diwariskan secara turun-temurun itu dihadiri Camat Kebuntebu Ermawati, SE, tokoh masyarakat, tokoh adat, serta para sesepuh Pekon Purajaya yang mayoritas dihuni masyarakat etnis Sunda dan Semende.
Puncak kegiatan diisi dengan doa bersama dan tausiyah yang disampaikan Hi. Umar Dewi. Kegiatan tersebut menjadi ungkapan rasa syukur masyarakat atas berbagai nikmat, keselamatan, dan keberkahan yang diberikan Allah SWT.
Dalam sambutannya, Camat Kebuntebu Ermawati mengatakan peringatan Tahun Baru Islam yang dirangkaikan dengan Hajat Bumi menjadi momentum penting untuk meningkatkan rasa syukur sekaligus mempererat persatuan dan kebersamaan masyarakat.
"Peringatan Tahun Baru Islam yang dirangkai dengan kegiatan Hajat Bumi ini menjadi ajang bagi kita untuk bersyukur atas segala nikmat yang telah dilimpahkan Allah SWT, baik kesehatan, keamanan, maupun keberlimpahan hasil bumi yang menjadi sumber kehidupan masyarakat," ujar Ermawati.
Sementara itu, Peratin Purajaya Samdu Kendar, S.Hut., menjelaskan bahwa Hajat Bumi merupakan tradisi yang mengandung doa dan harapan agar masyarakat senantiasa diberikan kemakmuran, kesehatan, serta dijauhkan dari berbagai musibah dan mara bahaya.
"Alhamdulillah, kegiatan Hajat Bumi kembali dapat dilaksanakan dengan meriah dan penuh kekompakan. Ini menjadi bukti bahwa kebersamaan dan solidaritas masyarakat Purajaya masih terjalin dengan sangat baik. Tradisi ini bukan sekadar budaya, tetapi juga sarana memperkuat silaturahmi dan memanjatkan doa kepada Allah SWT agar diberikan kemakmuran, kesehatan, serta perlindungan dari segala musibah," kata Samdu Kendar.
Menurutnya, keberlangsungan tradisi tersebut menunjukkan komitmen masyarakat dalam menjaga warisan budaya leluhur di tengah perkembangan zaman yang semakin modern.
"Meskipun saat ini kita hidup di era modern, kebanggaan kami adalah mampu menjaga dan mempertahankan warisan budaya yang memiliki tujuan untuk kemaslahatan bersama. Semoga segala doa dan ikhtiar yang kita lakukan diberikan kemudahan, kelancaran, serta keberkahan dunia dan akhirat," pungkasnya.
Tradisi Hajat Bumi yang rutin dilaksanakan setiap Tahun Baru Islam telah menjadi simbol rasa syukur masyarakat atas hasil bumi yang diperoleh sepanjang tahun. Selain itu, kegiatan tersebut juga menjadi bagian penting dari upaya pelestarian budaya lokal yang terus dijaga dan diwariskan kepada generasi muda di Pekon Purajaya.
