BANDAR LAMPUNG – Ducati 888 merupakan salah satu superbike paling penting dalam sejarah pabrikan asal Bologna, Italia.
Jauh sebelum Ducati 916 menjadi ikon dunia, model ini telah lebih dulu membangun reputasi Ducati melalui teknologi balap Desmoquattro dan sederet prestasi di ajang World Superbike Championship (WSBK).
Ducati 888 hadir sebagai pengembangan dari Ducati 851. Peningkatan kapasitas mesin menjadi 888 cc membuat performanya semakin kuat, sementara sistem injeksi bahan bakar, teknologi desmodromic empat katup per silinder, serta rangka tubular steel trellis menjadi bagian penting dari karakter motor tersebut.
Lebih dari sekadar superbike era 1990-an, Ducati 888 merupakan motor yang memiliki hubungan sangat erat dengan dunia kompetisi.
Keberhasilannya di lintasan bahkan menjadi salah satu fondasi yang mengantarkan Ducati menuju era kejayaan berikutnya.
Kisah Ducati 888 tidak dapat dipisahkan dari keberadaan Ducati 851.
Model tersebut menjadi fondasi penting bagi perkembangan superbike modern Ducati melalui penggunaan mesin V-twin berpendingin cairan, injeksi bahan bakar elektronik, serta kepala silinder empat katup.
Pengembangan berikutnya dilakukan dengan meningkatkan kapasitas mesin menjadi 888 cc. Dari sinilah nama Ducati 888 kemudian lahir dan digunakan untuk memperkuat posisi Ducati di WSBK.
Pada periode tersebut, Ducati tidak hanya mengejar tenaga besar. Pabrikan Italia itu juga berusaha menghadirkan motor dengan bobot relatif ringan, pengendalian tajam, serta teknologi yang memiliki hubungan langsung dengan kebutuhan balap.
Ducati 888 dibekali mesin dua silinder 90 derajat berbentuk L dengan kapasitas 888 cc.
Mesin tersebut menggunakan teknologi Desmoquattro, yakni sistem desmodromic dengan empat katup pada setiap silinder.
Teknologi tersebut menjadi salah satu ciri khas mesin performa tinggi Ducati pada era tersebut.