Yamaha R5 350, Motor Klasik Bernilai Tinggi bagi Kolektor

Yamaha R5 350, Motor Dua Tak Klasik yang Menjadi Awal Legenda Seri RD Yamaha
Krisna Jeri - Jumat, 03 Jul 2026 - 07:40 WIB
Yamaha R5 350 dikenal sebagai motor sport dua tak awal 1970-an yang menjadi fondasi lahirnya seri RD legendaris Yamaha.
Yamaha R5 350 dikenal sebagai motor sport dua tak awal 1970-an yang menjadi fondasi lahirnya seri RD legendaris Yamaha. - Foto Istimewa

Follow Us:

Media Lampung WhatsApp Channels
Advertisements

BANDAR LAMPUNG — Yamaha R5 350 merupakan sepeda motor sport klasik bermesin 350 cc dua tak yang diproduksi oleh Yamaha Motor Company pada awal dekade 1970-an, tepatnya antara 1970 hingga 1972. 

Model ini dikenal luas sebagai salah satu motor paling berpengaruh sebelum hadirnya seri RD yang kemudian menjadi legenda di kalangan penggemar motor dua tak.

Yamaha R5 350 menjadi bagian penting dalam evolusi desain motor sport Yamaha. Model ini mengusung mesin parallel twin berpendingin udara dengan kapasitas sekitar 347 cc, yang dirancang untuk mengadaptasi teknologi balap Yamaha ke penggunaan jalan raya. 

Pendekatan tersebut membuat R5 tampil sebagai motor dengan performa unggul di masanya.

Advertisements

R5 350 dibekali mesin dua tak parallel twin 347 cc dengan konfigurasi lima port serta karburator Mikuni VM28. Mesin ini mampu menghasilkan tenaga sekitar 36 hp dengan torsi mendekati 38 Nm, menghadirkan karakter putaran mesin agresif pada rpm tinggi yang menjadi ciri khas motor dua tak era 1970-an.

Tenaga disalurkan melalui transmisi manual 5-percepatan dengan kopling basah ke roda belakang menggunakan sistem rantai. 

Sistem pengapian konvensional berbasis baterai dan koil turut menunjang respons mesin yang spontan dan bertenaga.

Dengan bobot relatif ringan dan rasio tenaga yang baik, Yamaha R5 350 sanggup melesat hingga 91 mph atau sekitar 146 km/jam, sebuah pencapaian impresif untuk motor 350 cc pada zamannya.

Banner Parfum Shopee

Advertisements

Dari sisi tampilan, Yamaha R5 350 sangat merepresentasikan gaya motor awal 1970-an.

Tangki bahan bakar membulat, lampu depan bulat klasik, serta jok tandem menyatu menciptakan siluet ikonik yang hingga kini masih digemari kolektor.

Motor ini menggunakan rangka baja tipe duplex cradle yang memberikan keseimbangan antara kekakuan dan fleksibilitas. 

Suspensi depan mengandalkan fork teleskopik konvensional, sementara bagian belakang dilengkapi dua shock absorber samping.

Share:
Editor: Budi Setiawan
Source:
Advertisements

Baca Juga

Rekomendasi

Advertisements

Berita Populer

  1. #1
  1. #2
  1. #3
  1. #4
  1. #5
Advertisements

Berita Terbaru

Advertisements

Berita Pilihan

Advertisements

Topik Populer

  1. #1
  1. #2
  1. #3
  1. #4
  1. #5
Advertisements

Foto Terbaru

Video Terbaru

Advertisements