Ducati mencatat F92 memiliki mesin 888 cc dengan tenaga maksimum sekitar 140 hp pada 11.000 rpm.
Bobot keringnya hanya sekitar 142 kilogram, sedangkan kecepatan maksimum diklaim mencapai sekitar 280 km/jam.
Angka tersebut sangat impresif untuk sebuah motor yang dikembangkan pada awal dekade 1990-an.
Namun, performa 888 di lintasan bukan hanya ditentukan oleh tenaga mesin.
Bobot, karakter V-twin, sistem rangka dan kemampuan Ducati melakukan pengembangan khusus untuk kebutuhan balap turut menjadi faktor penting.
Salah satu karakter yang membuat Ducati 888 mudah dikenali adalah penggunaan rangka tubular steel trellis.
Konstruksi tersebut menjadi bagian penting dari filosofi Ducati dalam menghasilkan motor yang memiliki karakter handling tajam.
Rangka trellis kemudian berkembang menjadi salah satu identitas teknis dan visual yang melekat pada berbagai superbike Ducati.
Pada 888, konstruksi tersebut berpadu dengan mesin V-twin dan sistem suspensi performa sehingga menghasilkan karakter berkendara yang berbeda dibandingkan superbike Jepang dengan mesin empat silinder.
Pendekatan Ducati ketika itu cukup jelas. Motor tidak hanya dituntut menghasilkan tenaga besar, tetapi juga harus mampu menyalurkan tenaga tersebut secara efektif ketika menghadapi tikungan dan perubahan arah di lintasan.
Ducati tidak hanya memproduksi 888 dalam satu konfigurasi. Varian performa tinggi seperti SP4 dan SP5 menjadi bagian penting dari keluarga 888.