Karakter V-twin juga memberikan sensasi tenaga dan torsi yang berbeda dibandingkan superbike empat silinder yang menjadi pesaing utama dari Jepang.
Besaran tenaga Ducati 888 berbeda berdasarkan varian dan tahun produksinya.
Ducati 888 Strada dan SPO tercatat menghasilkan sekitar 100 hp, sedangkan versi performa tinggi seperti SP5 mampu mencapai sekitar 118 hp.
Kombinasi mesin dua silinder, teknologi Desmoquattro, injeksi elektronik dan konstruksi yang berorientasi performa membuat 888 memiliki karakter yang sangat khas.
Salah satu bagian paling fenomenal dari sejarah Ducati 888 terjadi pada musim WSBK 1991.
Ducati 888 F91 tampil sangat dominan dengan mencatat 23 kemenangan dari 26 balapan yang dijadwalkan.
Prestasi tersebut menjadi salah satu catatan paling mengesankan dalam sejarah kompetisi superbike.
Pembalap asal Amerika Serikat, Doug Polen, menjadi sosok penting di balik keberhasilan tersebut. Bersama Ducati 888, Polen berhasil merebut gelar juara dunia pembalap pada 1991.
Ducati pada tahun yang sama juga mengamankan gelar konstruktor. Dominasi tersebut membuktikan bahwa teknologi mesin dua silinder Ducati mampu menghadapi persaingan ketat dari motor-motor empat silinder.
Keberhasilan tersebut berlanjut pada 1992. Polen kembali merebut gelar juara dunia, sementara Ducati kembali menjadi juara konstruktor.
Pada musim tersebut, Ducati mencatat 20 kemenangan dan kembali menunjukkan kekuatan 888 sebagai salah satu senjata utama di WSBK.
Versi balap Ducati 888 F92 memperlihatkan seberapa serius pengembangan motor tersebut untuk kompetisi.