BANDAR LAMPUNG — Yamaha 125Z merupakan sepeda motor bebek dua tak berkapasitas 124,3 cc yang telah lama menjadi ikon di dunia otomotif, khususnya di kawasan Asia Tenggara.
Motor besutan Yamaha ini pertama kali diperkenalkan pada akhir 1990-an sebagai penerus Yamaha Y110SS dan diproduksi hingga sekitar 2017 sebelum akhirnya dihentikan akibat regulasi emisi yang semakin ketat.
Secara tampilan, Yamaha 125Z mengusung desain underbone klasik yang ramping dan sporty pada masanya. Dimensi bodinya tergolong kompak dengan tinggi jok sekitar 752 mm, sehingga nyaman digunakan di berbagai kondisi jalan.
Rangka tubular yang ringan dipadukan dengan suspensi teleskopik di bagian depan serta monoshock di belakang, membuat karakter handling motor ini dikenal lincah dan stabil.
Daya tarik utama Yamaha 125Z terletak pada sektor mesin. Motor ini dibekali mesin dua tak berpendingin udara, silinder tunggal berkapasitas 124,3 cc.
Mesin tersebut mampu memuntahkan tenaga lebih dari 17 HP dengan torsi sekitar 18 Nm, disalurkan melalui transmisi manual 6 percepatan.
Karakter tenaga yang agresif di putaran atas membuat Yamaha 125Z dikenal sangat responsif dan menyenangkan dikendarai, baik di jalan raya maupun lintasan lurus.
Menariknya, Yamaha 125Z sempat menjadi salah satu motor underbone dua tak pertama yang dibekali teknologi catalytic converter.
Inovasi ini dilakukan untuk menyesuaikan standar emisi pada masanya, sebuah fitur yang tergolong langka di era motor dua tak.
Saat ini Yamaha 125Z sudah tidak lagi diproduksi, sehingga seluruh unit yang beredar merupakan motor bekas atau koleksi. Popularitasnya justru meningkat di kalangan kolektor dan pecinta motor klasik.
Harga Yamaha 125Z di pasar motor bekas pun bisa melambung tinggi, bergantung pada kondisi, keaslian, dan kelengkapan unit.
Di Indonesia, motor ini tetap dikenal sebagai legenda motor bebek dua tak dengan karakter kuat dan nilai nostalgia tinggi.