“Lomba ini harus kita jadikan momentum untuk meningkatkan keterampilan, kedisiplinan, kerja sama tim dan kesiapsiagaan para anggota PMR,” tegas Edi.
Edi berharap proses seleksi dapat berlangsung secara objektif dan profesional. Dengan demikian, 12 peserta yang terpilih benar-benar merupakan kader terbaik yang memiliki kemampuan untuk membawa nama Lampung Barat di tingkat provinsi.
“Kita ingin peserta yang mewakili Lampung Barat benar-benar memiliki kemampuan dan mental yang siap berkompetisi,” ujarnya.
Selain mengejar prestasi dalam kompetisi, pengalaman yang diperoleh para anggota PMR diharapkan dapat menjadi bekal dalam kehidupan sehari-hari. Terutama dalam hal pertolongan pertama, kepedulian sosial, serta kesiapsiagaan membantu masyarakat yang membutuhkan.
“Yang paling penting bukan hanya mengejar prestasi, tetapi bagaimana anak-anak kita mendapatkan pengalaman dan pembelajaran tentang kepalangmerahan. Namun tentu kita berharap kontingen PMI Lampung Barat mampu memberikan hasil terbaik dan membawa nama baik daerah,” pungkasnya.
Untuk memastikan proses seleksi berjalan optimal, PMI Lampung Barat menunjuk Sulaiman, S.P., M.M. sebagai penanggung jawab, dengan Meriansyah, S.Pd.Bio. sebagai sekretaris.
Tim seleksi nantinya melibatkan unsur pengurus, staf, serta Korps Sukarela (KSR) PMI Lampung Barat. Sulaiman yang juga menjabat Ketua Bidang Relawan dan Anggota PMI Lampung Barat turut terlibat langsung dalam proses pembentukan kontingen.
Melalui seleksi berjenjang dan pemusatan latihan melalui Training Center, PMI Lampung Barat menargetkan terbentuknya kontingen yang solid, terampil, disiplin, dan memiliki kesiapan mental untuk bersaing di Lomba Tandu Darurat PMI Provinsi Lampung.
Selain membidik hasil terbaik dalam kompetisi, keikutsertaan tersebut diharapkan menjadi ruang pembelajaran bagi anggota PMR sekaligus memperkuat keterampilan kepalangmerahan dan kesiapsiagaan generasi muda di Lampung Barat.