BANDAR LAMPUNG – Aktivitas Gunung Anak Krakatau (GAK) mulai berdampak pada aktivitas nelayan di Kota Bandar Lampung. Dampak tersebut terutama dirasakan nelayan di Kecamatan Panjang, Telukbetung Timur, dan Bumi Waras.
Kepala Dinas Perikanan dan Kelautan Kota Bandar Lampung Ricardo BNW mengatakan, terdapat sekitar 688 nelayan di tiga wilayah tersebut yang terdampak aktivitas GAK.
"Jumlah nelayan di wilayah Kec. Panjang, Telukbetung Timur, Bumi Waras kurang lebih 688 nelayan," kata Ricardo, Rabu 9 September 2026.
Menurut Ricardo, dampak yang paling terasa saat ini adalah penurunan hasil tangkapan nelayan. Hasil tangkapan disebut mengalami penurunan sekitar 20 persen dibandingkan sebelum adanya abu vulkanik.
"Hasil penangkapan turun sekitar 20% dari sebelum adanya abu vulkanik," ujarnya.
Berdasarkan data yang dimiliki Dinas Perikanan dan Kelautan Kota Bandar Lampung, dari 688 nelayan tersebut terdapat 423 orang yang memiliki kapal. Namun, saat ini sebanyak 154 kapal tidak melaut.
Sebagian kapal lainnya juga belum beroperasi karena masih dalam proses perbaikan maupun alasan lainnya.
Meski demikian, dampak aktivitas GAK terhadap wilayah perairan Bandar Lampung secara keseluruhan belum dinilai signifikan. Hingga kini, juga belum dilakukan pemeriksaan maupun pengambilan sampel air laut.
"Untuk wilayah Bandar Lampung secara keseluruhan belum ada dampak yang signifikan. Dan sampai saat ini juga belum ada pemeriksaan atau pengambilan sampel air laut," jelas Ricardo.