LAMPUNG — Momentum Hari Pelanggan Nasional (HPN) 2026 menjadi catatan positif bagi PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi (UID) Lampung.
Unit Pelaksana Proyek Ketenaga listrikan (UP2K) Lampung berhasil meraih Nilai Kinerja Organisasi (NKO) terbaik untuk unit UP2K secara nasional dalam Awarding Strategic Distribution Forum PT PLN (Persero), Jumat 04 September 2026.
Penghargaan tersebut menjadi apresiasi atas kinerja UP2K Lampung dalam pembangunan infrastruktur ketenagalistrikan, terutama dalam memperluas akses listrik bagi masyarakat hingga ke wilayah pelosok.
Capaian itu sekaligus memperkuat komitmen PLN dalam menghadirkan akses listrik yang semakin merata serta memberikan manfaat langsung bagi masyarakat di Provinsi Lampung.
Sepanjang Juli 2026, PLN melalui UP2K Lampung telah menyelesaikan pembangunan infrastruktur Program Listrik Desa (Lisdes) di delapan lokasi.
Pembangunan tersebut menjadi bagian dari upaya memperluas jangkauan jaringan listrik agar semakin banyak masyarakat di Provinsi Lampung dapat menikmati akses energi yang andal.
Program Listrik Desa tidak hanya berorientasi pada perluasan jaringan listrik.
Kehadiran listrik juga diharapkan membuka ruang pertumbuhan bagi masyarakat di wilayah yang sebelumnya memiliki keterbatasan akses energi.
Adanya akses listrik dapat memberikan sejumlah manfaat, di antaranya:
- Meningkatkan produktivitas masyarakat.
- Mendukung kegiatan pendidikan.
- Memperkuat pelayanan publik.
- Mendorong pertumbuhan usaha masyarakat.
- Menggerakkan perekonomian di wilayah pelosok.
General Manager PLN UID Lampung, Noer Soeratmoko, mengatakan pencapaian NKO terbaik nasional menjadi apresiasi atas kerja keras seluruh insan PLN, khususnya UP2K Lampung, dalam mempercepat pembangunan infrastruktur kelistrikan hingga ke pelosok.
“Penghargaan ini menjadi motivasi bagi kami untuk terus meningkatkan kualitas pembangunan infrastruktur kelistrikan. Di balik setiap jaringan yang kami bangun, ada masyarakat yang menantikan hadirnya listrik untuk mendukung pendidikan, aktivitas usaha, dan meningkatkan kualitas kehidupannya,” ujar Noer.
Menurut Noer, pembangunan infrastruktur kelistrikan di wilayah pelosok membutuhkan kolaborasi kuat antara PLN, pemerintah daerah, masyarakat, serta berbagai pemangku kepentingan.