PESISIR BARAT – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Pesisir Barat (Pesbar) terus memperkuat upaya penemuan kasus tuberkulosis (TBC) secara aktif dengan menyasar masyarakat yang memiliki risiko lebih tinggi terpapar penyakit menular tersebut.
Upaya itu dilakukan melalui kegiatan Penemuan Kasus TBC Terintegrasi Cek Kesehatan Gratis (CKG) bersama UPTD Puskesmas Krui Selatan di Kantor Kecamatan Krui Selatan, Selasa, 8 September 2026.
Kegiatan tersebut menyasar sedikitnya 100 orang dari kelompok berisiko, terutama masyarakat yang merupakan kontak serumah pasien TBC serta warga dengan faktor risiko lainnya.
Pemeriksaan dilakukan sebagai bagian dari deteksi dini untuk menemukan kemungkinan kasus TBC sedini mungkin. Warga yang menunjukkan indikasi selanjutnya diarahkan menjalani pemeriksaan lanjutan dan mendapatkan penanganan sesuai standar pelayanan kesehatan.
Kepala Dinkes Kabupaten Pesbar Septono, S.KM., M.M., melalui Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Lisma Yunita, S.ST., M.M., mengatakan penemuan kasus secara aktif menjadi salah satu strategi penting dalam pengendalian TBC.
Menurutnya, hal itu penting karena TBC dapat menular melalui udara dan berpotensi menyebar lebih luas apabila tidak segera ditemukan serta ditangani.
“Melalui kegiatan ini, kita melakukan penemuan kasus TBC secara aktif dengan menyasar kontak serumah pasien TBC maupun masyarakat yang memiliki faktor risiko lainnya. Kami berharap masyarakat yang berisiko dapat segera diketahui kondisinya dan mendapatkan pemeriksaan maupun penanganan sesuai standar,” kata Lisma.
Ia menjelaskan, pemeriksaan terhadap kelompok berisiko menjadi penting karena seseorang yang melakukan kontak erat dengan pasien TBC memiliki peluang terpapar, terlebih jika tinggal dalam satu rumah atau lingkungan yang sama.
Karena itu, penemuan kasus tidak hanya menyasar masyarakat yang telah mengalami keluhan kesehatan, tetapi juga dilakukan secara proaktif terhadap kelompok yang berdasarkan kondisi dan riwayat kontak dinilai memiliki risiko lebih tinggi.
Dari kegiatan tersebut, petugas kesehatan menemukan dua orang yang masuk kategori terduga TBC. Namun, keduanya belum dapat dinyatakan positif menderita TBC karena masih membutuhkan pemeriksaan lanjutan untuk memastikan diagnosis secara medis.
“Dari hasil kegiatan hari ini ditemukan dua orang terduga TBC. Selanjutnya akan dilakukan pemeriksaan laboratorium untuk memastikan apakah yang bersangkutan positif TBC atau tidak, sekaligus menentukan tindak lanjut berdasarkan hasil pemeriksaan tersebut,” jelasnya.
Lisma menegaskan, temuan terduga TBC tidak serta-merta menunjukkan bahwa seseorang telah dipastikan menderita penyakit tersebut. Penetapan diagnosis tetap harus melalui pemeriksaan sesuai prosedur dan standar yang berlaku.