Kualitas Udara Bandar Lampung Kembali Sedang, Sempat Masuk Kategori Tidak Sehat

Ia menjelaskan, debu vulkanik akibat erupsi Gunung Anak Krakatau (GAK) kini tidak lagi terdeteksi di wilayah Kota Bandar Lampung.
Arif Setiawan - Sabtu, 12 Sep 2026 - 14:29 WIB
Kualitas udara Kota Bandar Lampung kembali berada pada kategori sedang dengan indeks 50,4 mikrogram per meter kubik setelah sehari sebelumnya masuk kategori tidak sehat.
Kualitas udara Kota Bandar Lampung kembali berada pada kategori sedang dengan indeks 50,4 mikrogram per meter kubik setelah sehari sebelumnya masuk kategori tidak sehat. - Poto Arif Setiawan

Follow Us:

Media Lampung WhatsApp Channels
Advertisements

BANDAR LAMPUNGKualitas udara di Kota Bandar Lampung kembali berada dalam kategori sedang dengan indeks 50,4 mikrogram per meter kubik. Kondisi tersebut membaik setelah sehari sebelumnya kualitas udara tercatat mencapai 94 mikrogram per meter kubik dan masuk kategori tidak sehat.

Koordinator Bidang Observasi, Data dan Informasi BMKG Stasiun Klimatologi Lampung, Eva Nurhayati, M.Si., mengatakan hasil pemantauan terbaru menunjukkan kualitas udara di Bandar Lampung telah kembali ke kategori sedang.

“Hari ini masuk kategori sedang, pantauan kemarin 94 mikrogram per meter kubik, masuk indeks tidak sehat,” ujar Eva, Sabtu 12 September 2026.

Ia menjelaskan, debu vulkanik akibat erupsi Gunung Anak Krakatau (GAK) kini tidak lagi terdeteksi di wilayah Kota Bandar Lampung.

Advertisements

“Monitoring dari alat paper test kami untuk analisis debu vulkanik sudah menunjukkan hasil negatif sejak Selasa, 8 September yang lalu,” ujarnya.

Menurut Eva, kondisi kualitas udara di Bandar Lampung dipengaruhi oleh sejumlah faktor. Selain kondisi cuaca yang cenderung kering selama musim kemarau, debu dari jalanan, asap kendaraan, serta aktivitas pembakaran lahan juga dapat meningkatkan konsentrasi polutan di udara.

“Kualitas udara saat ini dipengaruhi polutan debu jalanan akibat kemarau, asap kendaraan dan efek hasil pembakaran kebun atau lahan yang sengaja dibakar oleh warga,” jelasnya.

Eva menambahkan, hasil pemantauan selama lima hari terakhir menunjukkan kualitas udara di Bandar Lampung bergerak fluktuatif.


Banner Parfum Shopee

Advertisements

Grafik pemantauan sejak 7 hingga 11 September memperlihatkan adanya perubahan dari kategori baik hingga sedang, dengan beberapa lonjakan pada waktu tertentu.

“Sebagian besar titik berada di kisaran kategori baik hingga sedang, dengan beberapa kali lonjakan kategori buruk pada waktu tertentu,” tutupnya.

Share:
Editor: Budi Setiawan
Source:
Advertisements

Baca Juga

Rekomendasi

Advertisements

Berita Populer

  1. #1
  1. #2
  1. #3
  1. #4
  1. #5
Advertisements

Berita Terbaru

Advertisements

Berita Pilihan

Advertisements

Topik Populer

  1. #1
  1. #2
  1. #3
  1. #4
  1. #5
Advertisements

Foto Terbaru

Video Terbaru

Advertisements