Dinkes Bandar Lampung Ingatkan Fogging Bukan Solusi Utama Cegah DBD

Namun, metode tersebut hanya efektif membasmi nyamuk dewasa dan tidak mematikan jentik maupun kepompong
Arif Setiawan - Senin, 10 Agt 2026 - 14:08 WIB
Petugas melakukan upaya pengendalian nyamuk sebagai bagian dari pencegahan demam berdarah dengue (DBD) di Bandar Lampung.
Petugas melakukan upaya pengendalian nyamuk sebagai bagian dari pencegahan demam berdarah dengue (DBD) di Bandar Lampung. - Poto Arif Setiawan

Follow Us:

Media Lampung WhatsApp Channels
Advertisements

BANDAR LAMPUNG – Dinas Kesehatan Kota Bandar Lampung mengingatkan masyarakat agar tidak hanya mengandalkan fogging untuk mencegah penyebaran demam berdarah dengue (DBD).

Kepala Dinas Kesehatan Kota Bandar Lampung Muhtadi A. Tumenggung mengatakan, fogging memang tetap dilakukan ketika ditemukan kasus DBD. Namun, metode tersebut hanya efektif membasmi nyamuk dewasa dan tidak mematikan jentik maupun kepompong.

"Fogging hanya membunuh nyamuk dewasa. Jentik dan kepompong tidak mati, sehingga yang paling penting tetap pemberantasan sarang nyamuk," tegasnya, Senin 10 Agustus 2026.

Karena itu, masyarakat diminta lebih aktif melakukan pemberantasan sarang nyamuk (PSN) melalui gerakan 3M Plus. Upaya tersebut dilakukan dengan menguras tempat penampungan air, menutup wadah yang dapat menjadi tempat berkembang biak nyamuk, serta mengurangi berbagai tempat yang berpotensi menampung air di lingkungan sekitar.

Advertisements

Dinkes Bandar Lampung juga terus memperkuat edukasi pencegahan DBD melalui 31 puskesmas, posyandu, sekolah, dan media sosial.

Muhtadi mengingatkan masyarakat untuk tetap waspada meskipun memasuki musim kemarau. Menurutnya, genangan air dalam jumlah kecil sekalipun dapat menjadi tempat berkembang biaknya nyamuk.

"Walaupun musim kemarau, tetapi misalnya kita menyiram tanaman di pot, kalau tidak terserap dia akan jadi sarang nyamuk pada genangan tersebut," ungkapnya.

Selain menjaga kebersihan lingkungan, masyarakat juga diminta tidak menggunakan obat nyamuk berbahan kimia secara berlebihan. Jika insektisida tetap digunakan, masyarakat disarankan melakukan rotasi jenis untuk mengurangi risiko nyamuk menjadi resisten.


Banner Parfum Shopee

Advertisements

Sebagai alternatif, masyarakat dapat menggunakan cara lain untuk melindungi diri dari gigitan nyamuk, termasuk memasang kelambu, terutama pada tempat tidur bayi dan anak-anak.

Muhtadi menegaskan, pencegahan DBD tidak cukup hanya dengan membasmi nyamuk dewasa. Memutus siklus perkembangbiakan nyamuk dinilai menjadi langkah yang lebih penting untuk menekan risiko penularan.

"Jangan hanya mengandalkan obat nyamuk. Yang paling efektif adalah memutus tempat berkembang biaknya nyamuk dengan menjaga kebersihan lingkungan secara rutin pastikan 3M plus terus dilakukan," pungkasnya.

Share:
Editor: Budi Setiawan
Source:
Advertisements

Baca Juga

Rekomendasi

Advertisements

Berita Populer

  1. #1
  1. #2
  1. #3
  1. #4
  1. #5
Advertisements

Berita Terbaru

Advertisements

Berita Pilihan

Advertisements

Topik Populer

  1. #1
  1. #2
  1. #3
  1. #4
  1. #5
Advertisements

Foto Terbaru

Video Terbaru

Advertisements