35 Tahun Lampung Barat, Pengamat Soroti IPM hingga Pemerataan Pembangunan

Pengamat Soroti Peringkat IPM hingga Pemerataan Pembangunan Lampung Barat di Usia 35 Tahun
Rinto Arius - Jumat, 25 Sep 2026 - 13:00 WIB
Pengamat pembangunan daerah menyoroti sejumlah pekerjaan rumah Pemerintah Kabupaten Lampung Barat menjelang usia ke-35 tahun, mulai dari posisi IPM, PAD, BUMD, kemiskinan, stunting hingga pemerataan infrastruktur.
Pengamat pembangunan daerah menyoroti sejumlah pekerjaan rumah Pemerintah Kabupaten Lampung Barat menjelang usia ke-35 tahun, mulai dari posisi IPM, PAD, BUMD, kemiskinan, stunting hingga pemerataan infrastruktur. - Ilustrasi Medialampung.co.id

Follow Us:

Media Lampung WhatsApp Channels
Advertisements

Advertisements

"Usia 35 tahun, masih banyak pekerjaan rumah yang harus dilakukan Pemkab Lampung Barat. Mulai dari PAD, BUMD, angka kemiskinan, stunting, sampai pemerataan pembangunan infrastruktur yang masih jauh dari mendekati merata," ujarnya.

Terkait PAD, Anton mengakui terdapat peningkatan. Namun, ia menilai sumber pertumbuhan tersebut perlu dilihat secara lebih rinci, terutama untuk mengetahui seberapa besar kontribusi dari aktivitas ekonomi dan hasil usaha pemerintah daerah.

"PAD Lampung Barat meningkat, tetapi dominan karena kenaikan sektor pajak dan retribusi, bukan semata-mata karena hasil usaha pemerintah daerah," katanya.

Ia juga menyoroti kondisi sejumlah BUMD yang menurutnya masih menghadapi persoalan.

Advertisements

"BUMD sampai saat ini masih ada yang bermasalah, seperti BUMD PMP dan PDAM. Ini juga harus menjadi evaluasi karena BUMD seharusnya bisa memberikan kontribusi terhadap perekonomian daerah," ujar Anton.

Di sisi lain, Anton meminta pemerintah daerah lebih selektif dalam mengalokasikan anggaran untuk kegiatan yang bersifat seremonial.

Menurutnya, kegiatan pemerintah yang melibatkan masyarakat tidak semestinya hanya dinilai dari kemeriahan acara. Hal yang lebih penting adalah manfaat yang dapat dirasakan masyarakat setelah kegiatan tersebut selesai.

"Pemkab jangan banyak kegiatan seremonial yang melibatkan masyarakat dan sifatnya hiburan, apalagi kalau sampai menggunakan anggaran daerah. Setelah kegiatan ramai dan meriah, output, outcome, benefit, dan impact-nya harus jelas," katanya.

Advertisements

Ia menilai setiap penggunaan anggaran daerah semestinya memiliki ukuran manfaat yang jelas dan dapat dipertanggungjawabkan kepada masyarakat.

Meski menyampaikan sejumlah catatan, Anton menegaskan pandangannya tidak dimaksudkan untuk menafikan capaian pemerintah daerah.

"Terlepas dari seberapa capaian pemerintah, kita tetap mengapresiasi. Semoga Lampung Barat ke depan semakin baik dan maju," ujarnya.

Anton juga berharap pemerintah tetap terbuka terhadap kritik dan masukan masyarakat sebagai bagian dari evaluasi pembangunan.

Share:
Editor: Budi Setiawan
Source:
Advertisements

Baca Juga

Rekomendasi

Advertisements

Berita Populer

  1. #1
  1. #2
  1. #3
  1. #4
  1. #5
Advertisements

Berita Terbaru

Advertisements

Berita Pilihan

Advertisements

Topik Populer

  1. #1
  1. #2
  1. #3
  1. #4
  1. #5
Advertisements

Foto Terbaru

Video Terbaru

Advertisements