Pemilihan OSIS SMAN 1 Liwa Berlangsung Layaknya Pemilu

Pemilu Raya OSIS SMAN 1 Liwa Digelar Layaknya Pemilu, Lengkap dengan Debat Kandidat dan E-Voting
Edi Prasetya - Senin, 28 Sep 2026 - 15:43 WIB
Pemilu Raya OSIS SMAN 1 Liwa periode 2026/2027 digelar melalui sejumlah tahapan layaknya pemilu, termasuk debat kandidat, masa tenang dan pemungutan suara menggunakan sistem e-voting.
Pemilu Raya OSIS SMAN 1 Liwa periode 2026/2027 digelar melalui sejumlah tahapan layaknya pemilu, termasuk debat kandidat, masa tenang dan pemungutan suara menggunakan sistem e-voting. - Foto Istimewa

Follow Us:

Media Lampung WhatsApp Channels
Advertisements

LAMPUNG BARAT – Pemilihan Ketua dan Wakil Ketua OSIS SMA Negeri 1 Liwa, Lampung Barat, periode 2026/2027 digelar layaknya pesta demokrasi. Rangkaian pemilihan dikemas secara edukatif dan melibatkan siswa dalam berbagai tahapan, mulai penjaringan calon hingga pemungutan suara.

Berbeda dengan pemilu dalam konteks politik yang memiliki dinamika tersendiri, Pemilu Raya OSIS SMAN 1 Liwa berlangsung tanpa kampanye hitam maupun serangan fajar. Para siswa diberi kesempatan menentukan pemimpin OSIS melalui proses yang menyerupai tahapan pemilihan umum.

Rangkaian tersebut meliputi penjaringan calon, tes tertulis, wawancara, kampanye tertutup dan terbuka, debat kandidat, masa tenang hingga pemungutan suara menggunakan sistem e-voting.

Kepala SMAN 1 Liwa, M Suharyadi, mengatakan Pemilu Raya OSIS dirancang sebagai sarana pembelajaran demokrasi bagi para siswa.

Advertisements

"Pendaftar calon ketua dan wakil ketua ada tujuh pasangan calon. Namun, setelah melalui tes tertulis dan wawancara, tersaring tiga pasangan calon," kata Suharyadi.

Dalam mekanisme pemilihan tersebut, calon ketua berasal dari siswa kelas XI, sedangkan calon wakil ketua berasal dari kelas X.

Menariknya, calon ketua tidak menentukan sendiri pasangan wakil ketua. Penentuan wakil ketua dilakukan melalui mekanisme pengundian.

Skema tersebut diterapkan untuk menjaga proses pemilihan tetap adil sekaligus meminimalkan potensi gesekan antarkandidat.


Advertisements

"Semua calon memiliki kompetensi untuk menjadi pemimpin. Mereka juga sebelumnya pernah menjadi pengurus OSIS di sekolah asal masing-masing," ujarnya.

Tahap pemungutan suara dilakukan menggunakan sistem e-voting. Selain mempermudah proses penghitungan suara, sistem tersebut memberikan pengalaman kepada siswa mengenai penerapan teknologi dalam proses pemilihan.

Petugas Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) juga berasal dari kalangan siswa. Sementara proses pengawasan dilakukan bersama-sama oleh warga sekolah.

"Ini sekaligus menjadi pembelajaran demokrasi bagi anak-anak. Mereka belajar bagaimana menjadi calon, berkampanye, berdebat, memilih, sekaligus menerima hasil pemilihan," kata Suharyadi.

Share:
Editor: Budi Setiawan
Source:
Advertisements

Baca Juga

Rekomendasi

Advertisements
HUT MLO - 1

Berita Populer

  1. #1
  1. #2
  1. #3
  1. #4
  1. #5
Advertisements

Berita Terbaru

Advertisements

Berita Pilihan

Advertisements

Topik Populer

  1. #1
  1. #2
  1. #3
  1. #4
  1. #5
Advertisements

Foto Terbaru

Video Terbaru

Advertisements