LAMPUNG BARAT – Perwakilan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Provinsi Lampung bersama Pemerintah Kabupaten Lampung Barat terus memperkuat upaya percepatan penurunan stunting. Komitmen tersebut diwujudkan melalui kegiatan Monitoring dan Evaluasi (Monev) Terpadu Program Bangga Kencana yang dirangkaikan dengan bakti sosial dalam rangka Hari Ulang Tahun (HUT) Ikatan Penyuluh Keluarga Berencana (IPeKB) Provinsi Lampung di Aula Kagungan, Selasa (21/7).
Kegiatan tersebut dihadiri Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Lampung Soetriningsih, S.Sos., M.Si., Wakil Bupati Lampung Barat Drs. Mad Hasnurin, kepala organisasi perangkat daerah (OPD), Tim Penggerak PKK, jajaran penyuluh KB, serta para penerima bantuan.
Dalam sambutannya, Wakil Bupati Lampung Barat Mad Hasnurin menegaskan bahwa percepatan penurunan stunting merupakan langkah strategis untuk menciptakan generasi unggul menuju Indonesia Emas 2045. Menurutnya, persoalan stunting tidak hanya menjadi tanggung jawab sektor kesehatan, tetapi membutuhkan keterlibatan seluruh elemen pemerintah dan masyarakat.
"Komitmen penurunan stunting bukan lagi sekadar program kerja dinas atau persoalan sektor kesehatan semata. Ini merupakan upaya bersama untuk mempersiapkan sumber daya manusia yang unggul dan berdaya saing," kata Mad Hasnurin.
Advertisements
Sebagai bentuk nyata komitmen tersebut, BKKBN Provinsi Lampung bersama Pemkab Lampung Barat menyalurkan lima unit jamban sehat kepada lima keluarga berisiko stunting (KRS) serta 30 paket sembako bagi keluarga berisiko stunting yang tersebar di sejumlah kecamatan.
Mad Hasnurin menjelaskan bahwa penyediaan fasilitas sanitasi yang layak menjadi salah satu langkah penting dalam mencegah stunting. Akses terhadap jamban sehat dinilai mampu menekan risiko penyakit infeksi berulang yang menjadi salah satu penyebab gangguan pertumbuhan anak.
Selain itu, bantuan sembako diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan gizi keluarga sehingga ketahanan pangan rumah tangga semakin baik.
"Namun bantuan fisik saja tidak cukup. Yang paling penting adalah perubahan perilaku dalam keluarga agar pola hidup sehat dan pemenuhan gizi anak benar-benar menjadi perhatian," ujarnya.
Advertisements
Ia juga memberikan apresiasi kepada seluruh Penyuluh Lapangan Keluarga Berencana (PLKB) dan anggota Ikatan Penyuluh Keluarga Berencana (IPeKB) yang selama ini menjadi garda terdepan dalam memberikan edukasi dan pendampingan kepada masyarakat.
Menurutnya, penyuluh KB memiliki peran strategis karena setiap hari turun langsung ke pekon-pekon untuk memberikan penyuluhan, mendampingi keluarga, sekaligus memastikan berbagai program pemerintah berjalan tepat sasaran.
"Terima kasih kepada seluruh penyuluh KB yang tanpa kenal lelah terus mendampingi masyarakat. Dedikasi dan komitmen rekan-rekan menjadi kunci agar berbagai intervensi penurunan stunting berjalan efektif," katanya.
Mad Hasnurin berharap para penyuluh KB terus menjadi penggerak di tengah masyarakat sekaligus menjadi jembatan informasi dalam membangun keluarga yang sehat, berkualitas, dan bebas stunting.