LAMPUNG BARAT – Kemarau panjang yang dipengaruhi fenomena El Nino mulai membuat petani di Kecamatan Pagar Dewa, Kabupaten Lampung Barat, cemas. Minimnya hujan dan suhu udara yang semakin panas dinilai berpotensi memberikan dampak serius terhadap tanaman kopi yang menjadi salah satu sumber utama penghidupan masyarakat setempat.
Kekhawatiran tersebut bukan tanpa alasan. Sejak musim kemarau berlangsung, hujan yang turun di wilayah Pagar Dewa sangat minim. Masyarakat bahkan menyebut baru sekali mengalami gerimis, itu pun tidak merata di seluruh wilayah.
Kondisi cuaca yang semakin panas mulai membuat tanaman kopi menunjukkan tanda-tanda mengalami tekanan akibat kekurangan air. Sejumlah daun kopi terlihat mulai mengerut setelah terus terpapar teriknya sinar matahari.
Jika kondisi tersebut berlangsung dalam waktu lama, daun dikhawatirkan mengalami kerontokan. Dampaknya tidak hanya terhadap pertumbuhan tanaman, tetapi juga dapat memengaruhi perkembangan buah dan produktivitas kopi pada musim panen berikutnya.
Salah seorang masyarakat Pagar Dewa, Arif Rohman, mengatakan kondisi geografis wilayah tersebut membuat suhu udara terasa lebih panas dibandingkan sejumlah wilayah lain di Lampung Barat.
Menurutnya, Kecamatan Pagar Dewa berada di wilayah yang berbatasan dengan Kabupaten Way Kanan dan Provinsi Sumatera Selatan. Kondisi tersebut membuat temperatur udara saat musim kemarau terasa cukup tinggi.
“Pagar Dewa memang salah satu wilayah yang suhunya lebih panas dibandingkan wilayah lainnya di Lampung Barat. Apalagi saat musim kemarau seperti sekarang, panasnya cukup terasa,” kata Arif.
Ia menjelaskan, tingginya temperatur secara langsung berpengaruh terhadap perkembangan tanaman, khususnya perkebunan kopi yang menjadi mayoritas usaha masyarakat.
“Kalau cuaca terus panas dan tidak ada hujan, tentu tanaman kopi yang paling merasakan dampaknya. Sekarang saja sudah terlihat beberapa daun mulai mengerut karena terkena panas dan kekurangan air,” ujarnya.
Arif mengkhawatirkan apabila kondisi tersebut terus berlanjut, daun kopi dapat rontok. Kondisi itu berpotensi mengganggu pertumbuhan tanaman sekaligus perkembangan buah kopi.
“Kalau daunnya sampai banyak yang rontok, tentu akan berpengaruh terhadap tanaman. Buah kopi juga bisa terdampak dan yang paling dikhawatirkan adalah hasil panen pada tahun berikutnya,” jelasnya.
Menurut Arif, turunnya hujan menjadi harapan utama masyarakat saat ini. Sebab, pemeliharaan tanaman melalui pemupukan juga memiliki keterbatasan ketika tanah dan tanaman berada dalam kondisi kekurangan air.