LAMPUNG BARAT – Ustaz Das’ad Latif menyentil mentalitas aparatur yang dinilainya terlalu mengejar kedekatan dengan pimpinan hingga mengorbankan prinsip dan harga diri demi jabatan.
Pesan tersebut disampaikan Das’ad Latif saat mengisi Pengajian Akbar di Masjid Islamic Center, Kawasan Sekuting Terpadu, Kecamatan Balik Bukit, Lampung Barat, Selasa (29/9/2026).
Pengajian tersebut merupakan bagian dari rangkaian peringatan HUT ke-35 Kabupaten Lampung Barat. Kegiatan itu dihadiri jajaran pemerintah daerah, termasuk Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal, Bupati Lampung Barat Parosil Mabsus, Wakil Bupati Mad Hasnurin, pimpinan dan anggota DPRD, serta masyarakat.
Dalam tausyiahnya, Das’ad menyoroti perilaku aparatur yang dinilai terlalu tunduk kepada atasan demi mendapatkan perhatian, posisi maupun keuntungan dari jabatan.
Menurutnya, pendidikan tinggi dan jabatan semestinya membuat seseorang memiliki pengetahuan, keberanian serta integritas dalam menjalankan tanggung jawab. Bukan justru kehilangan prinsip ketika berhadapan dengan pimpinan.
“Dengarkan kepala dinas, dengarkan para pegawai. Untuk apa kau sekolah tinggi-tinggi kalau kerjaanmu cuma menjilat? Bapakmu sampai jual sawah agar kau terhormat, tapi kau tunduk-tunduk, tak punya harga diri,” ujar Das’ad.
Pernyataan tersebut menjadi salah satu bagian paling tajam dalam tausyiahnya. Das’ad mengingatkan bahwa menjadi aparatur pemerintahan bukan berarti harus menghilangkan sikap kritis dan harga diri hanya demi mempertahankan kedudukan.
Ia menekankan, seorang pegawai tetap harus menjalankan tugas berdasarkan aturan dan tanggung jawab, meskipun berada di bawah seorang pimpinan.
Kedekatan dengan atasan, lanjut Das’ad, juga tidak seharusnya dijadikan jalan untuk memperoleh keuntungan pribadi maupun posisi tertentu.
“Jabatan itu amanah,” pesannya.
Das’ad kemudian mengaitkan persoalan jabatan dengan gaya hidup. Menurutnya, seseorang yang memiliki penghasilan tetap harus mampu menyesuaikan gaya hidup dengan kemampuan ekonominya.
“Ekonomi bukan karena kita miskin, tapi karena gaya hidup,” tegasnya.