LAMPUNG BARAT – Bupati Lampung Barat Parosil Mabsus mendorong Pemerintah Provinsi Lampung menuntaskan penanganan ruas jalan provinsi yang masih menjadi pekerjaan rumah, salah satunya jalur Sukabumi-Suoh yang tersisa sekitar 10 kilometer.
Dorongan tersebut disampaikan Parosil di hadapan Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal dalam rangkaian acara Tabligh Akbar sebagai puncak perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-35 Kabupaten Lampung Barat.
Parosil menyampaikan, persoalan infrastruktur masih menjadi salah satu perhatian Pemerintah Kabupaten Lampung Barat. Terlebih, sejumlah ruas jalan provinsi di wilayah tersebut mulai mendapat penanganan secara bertahap.
Salah satunya ruas jalan Liwa-OKU Selatan yang saat ini tengah dalam proses perbaikan. Menurut Parosil, penanganan ruas tersebut menjadi kabar baik bagi masyarakat karena kondisi jalan berkaitan langsung dengan mobilitas warga, distribusi hasil pertanian dan perkebunan, serta aktivitas ekonomi antardaerah.
"Kami bersyukur, khususnya ruas jalan provinsi yang ada di Kabupaten Lampung Barat mulai mendapat penanganan. Salah satunya ruas jalan Liwa-OKU Selatan yang saat ini sedang dalam proses perbaikan," ujar Parosil di hadapan Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal.
Namun, Parosil berharap penanganan infrastruktur tidak berhenti pada ruas Liwa-OKU Selatan. Menurutnya, masih terdapat sejumlah ruas jalan provinsi lainnya yang membutuhkan perhatian dan penanganan secara berkelanjutan.
Salah satunya adalah ruas jalan Sukabumi-Suoh yang hingga kini masih menyisakan sekitar 10 kilometer untuk dituntaskan.
"Kami berharap selain titik yang saat ini sedang ditangani, persoalan infrastruktur lainnya juga dapat menjadi perhatian Pemerintah Provinsi Lampung. Salah satunya ruas jalan Sukabumi-Suoh yang masih tersisa sekitar 10 kilometer lagi," katanya.
Parosil menilai penyelesaian ruas tersebut penting bagi masyarakat, terutama untuk menunjang aktivitas ekonomi di wilayah Suoh dan sekitarnya.
Menurutnya, kondisi jalan yang semakin baik akan mempermudah mobilitas masyarakat, termasuk dalam mengangkut hasil pertanian dan perkebunan dari sentra produksi menuju pusat perdagangan.
"Kalau infrastruktur jalannya semakin baik, tentu aktivitas masyarakat akan semakin lancar. Hasil-hasil pertanian dan perkebunan masyarakat juga lebih mudah dibawa keluar, begitu juga mobilitas masyarakat dari satu wilayah ke wilayah lainnya," ujar Parosil.
Ia menambahkan, pembangunan infrastruktur tidak hanya berkaitan dengan kondisi fisik jalan. Infrastruktur juga berperan dalam membuka dan memperlancar pergerakan ekonomi masyarakat.