LAMPUNG BARAT – Hujan deras yang melanda wilayah setempat pada Selasa (29/9/2026) memicu longsor yang menggerus badan jalan penghubung Kenali-Bumiagung, Kecamatan Belalau, Kabupaten Lampung Barat. Sebagian badan jalan telah tergerus sehingga ruas tersebut terancam putus.
Kondisi itu menjadi perhatian Pemerintah Pekon Bumiagung karena Jalan Kenali-Bumiagung merupakan salah satu akses yang digunakan masyarakat untuk menunjang aktivitas sehari-hari.
Jika kerusakan terus meluas, mobilitas warga berpotensi terganggu. Akses masyarakat menuju sejumlah wilayah di sekitar jalan tersebut juga dapat terdampak.
Sebagai langkah awal, Pemerintah Pekon Bumiagung mengajak masyarakat melakukan gotong royong untuk menangani kondisi jalan tersebut secara darurat. Kegiatan dijadwalkan berlangsung Kamis (1/10/2026), mulai pukul 07.30 WIB hingga selesai.
Peratin Bumiagung, Marwan, mengatakan gotong royong dilakukan untuk mengantisipasi agar badan jalan yang tergerus tidak mengalami kerusakan lebih parah.
"Kondisi jalan penghubung Kenali-Bumiagung nyaris putus. Karena itu sebagai langkah tanggap darurat, kami mengajak seluruh masyarakat Pekon Bumiagung dan sekitarnya untuk bersama-sama melakukan gotong royong," ujar Marwan.
Masyarakat diminta membawa peralatan yang dapat digunakan dalam penanganan awal, seperti cangkul, karung dan perlengkapan pendukung lainnya.
"Kami mengharapkan seluruh masyarakat Pekon Bumiagung dapat ikut bergotong royong. Bawa peralatan seperti cangkul, karung dan peralatan lainnya yang bisa digunakan untuk membantu penanganan di lokasi," katanya.
Marwan menegaskan, gotong royong tersebut bukan solusi permanen. Penanganan secara swadaya dilakukan untuk mengurangi risiko kerusakan meluas sekaligus menjaga agar akses masyarakat tetap dapat digunakan.
"Yang kami lakukan bersama masyarakat ini sifatnya hanya sementara. Kami berusaha melakukan penanganan awal dengan kemampuan yang ada, tetapi kondisi seperti ini tentu membutuhkan penanganan yang lebih serius dan permanen," ujarnya.
Karena itu, Pemerintah Pekon Bumiagung berharap Pemerintah Kabupaten Lampung Barat dapat turun langsung melihat kondisi jalan yang terdampak longsor dan melakukan penanganan lanjutan.
Menurut Marwan, kerusakan badan jalan tidak cukup ditangani hanya dengan menutup bagian yang rusak atau mengembalikan material tanah secara sederhana. Diperlukan kajian untuk menentukan penanganan sesuai tingkat kerusakan dan penyebab tergerusnya badan jalan.