PESISIR BARAT – Realisasi investasi di Kabupaten Pesisir Barat (Pesbar) sepanjang Triwulan I Tahun 2026 menunjukkan pertumbuhan yang menggembirakan. Hingga akhir Maret 2026, nilai investasi yang masuk mencapai Rp127.150.740.174 atau setara 122,85 persen dari target Rencana Kerja (Renja) pemerintah daerah sebesar Rp103,5 miliar.
Sementara itu, jika dibandingkan dengan target investasi Pemerintah Provinsi Lampung sebesar Rp150 miliar, realisasi tersebut telah mencapai 84,77 persen. Capaian tersebut menjadi indikator semakin kompetitifnya iklim investasi di Kabupaten Pesisir Barat dalam menarik minat pelaku usaha.
Pemerintah daerah optimistis tren positif tersebut akan terus berlanjut hingga akhir tahun sehingga target investasi tingkat provinsi dapat tercapai bahkan terlampaui.
Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kabupaten Pesisir Barat, Makmur Hidayat, S.Pi., M.M., mengatakan capaian tersebut merupakan hasil berbagai upaya pemerintah daerah dalam menciptakan kemudahan berusaha, mempercepat pelayanan perizinan, serta meningkatkan kepercayaan investor terhadap potensi ekonomi daerah.
"Alhamdulillah, hingga Triwulan I Tahun 2026 realisasi investasi telah melampaui target Renja yang ditetapkan pemerintah daerah. Hal ini menunjukkan kepercayaan investor terhadap potensi ekonomi yang dimiliki Kabupaten Pesbar terus meningkat. Pemerintah daerah akan terus berupaya menciptakan kemudahan berusaha serta memberikan pelayanan perizinan yang cepat, mudah, dan transparan," katanya.
Menurut Makmur, keberhasilan tersebut tidak terlepas dari sinergi yang terus dibangun antara pemerintah daerah dan pelaku usaha. Selain itu, penyederhanaan proses perizinan melalui sistem pelayanan terpadu turut menjadi faktor penting yang mendorong peningkatan investasi.
Berdasarkan data DPMPTSP, struktur investasi Kabupaten Pesisir Barat masih didominasi Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN). Nilai investasi PMDN mencapai Rp107.441.140.936 atau sekitar 84,5 persen dari total investasi. Sementara Penanaman Modal Asing (PMA) berkontribusi sebesar Rp19.709.599.238 atau sekitar 15,5 persen.
Dominasi investasi dalam negeri tersebut menunjukkan tingginya kepercayaan investor nasional terhadap prospek pertumbuhan ekonomi Kabupaten Pesisir Barat. Meski demikian, pemerintah daerah tetap berharap investasi asing terus meningkat karena memiliki peran penting dalam transfer teknologi, peningkatan kualitas sumber daya manusia, serta perluasan jaringan usaha.
"Kami berharap ke depan investasi asing juga terus meningkat tanpa mengurangi dominasi investasi dalam negeri. Keduanya memiliki kontribusi strategis terhadap pertumbuhan ekonomi dan penciptaan lapangan kerja," jelasnya.
Dari sisi persebaran wilayah, investasi telah masuk ke tujuh dari 11 kecamatan di Kabupaten Pesisir Barat. Kecamatan Karya Penggawa menjadi penyumbang investasi terbesar dengan nilai Rp84.456.343.561 atau sekitar 66,4 persen dari total investasi daerah.
Posisi berikutnya ditempati Kecamatan Pesisir Tengah dengan nilai investasi Rp27.656.835.705, disusul Kecamatan Krui Selatan sebesar Rp14.349.810.170.
"Selain itu, untuk posisi berikutnya yakni Kecamatan Pesisir Tengah dengan nilai investasi sebesar Rp27.656.835.705. Selanjutnya Kecamatan Krui Selatan mencatat investasi sebesar Rp14.349.810.170," terangnya.