Program Lampung Mengaji di SMAN 1 Pesisir Tengah Bentuk Karakter Religius

SMAN 1 Pesisir Tengah rutin menggelar Lampung Mengaji sebelum belajar untuk memperkuat karakter dan spiritual siswa.
Yayan Prantoso - Minggu, 10 Mei 2026 - 15:12 WIB
Kepala SMAN 1 Pesisir Tengah Rodi Satria
Kepala SMAN 1 Pesisir Tengah Rodi Satria - Foto Dok. SMAN 1 Pesisir Tengah.

Follow Us:

Media Lampung WhatsApp Channels
Advertisements

PESISIR BARAT – Upaya membentuk generasi muda yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki karakter religius dan kedekatan spiritual terus diperkuat oleh SMA Negeri 1 Pesisir Tengah, Kabupaten Pesisir Barat (Pesbar).

Salah satu langkah nyata yang kini menjadi budaya sekolah ialah pelaksanaan program Lampung Mengaji yang rutin digelar setiap pagi sebelum kegiatan belajar mengajar dimulai.

Program tersebut dilaksanakan serentak oleh seluruh siswa dan guru di lingkungan sekolah. Sejak pukul 07.15 WIB, para peserta didik mulai membaca Al-Qur’an di ruang kelas maupun di masjid sekolah dengan pendampingan guru mata pelajaran pada jam pertama.

Advertisements

Kegiatan berlangsung selama sekitar 15 hingga 20 menit sebelum proses pembelajaran dimulai.

Kepala SMA Negeri 1 Pesisir Tengah, Rodi Satria, S.Pd., M.Pd., mengatakan program Lampung Mengaji bukan sekadar rutinitas tambahan, melainkan bagian dari pembentukan karakter siswa yang berlandaskan nilai religius.

Menurutnya, sekolah memiliki tanggung jawab menyeimbangkan kecerdasan intelektual dan spiritual peserta didik.

“Melalui kegiatan ini kami ingin siswa-siswi SMAN 1 Pesisir Tengah tidak hanya unggul dalam prestasi akademik, tetapi juga memiliki kedekatan dengan Al-Qur’an. Kegiatan pagi ini menjadi semacam nutrisi spiritual bagi mereka sebelum menerima materi pelajaran di kelas,” ujarnya.

Advertisements

Ia menjelaskan, program tersebut merupakan implementasi instruksi Pemerintah Provinsi Lampung dalam memperkuat pendidikan karakter berbasis agama di lingkungan sekolah.

Karena itu, pihak sekolah berupaya menjadikan kegiatan mengaji sebagai budaya yang tumbuh alami dan diterima seluruh warga sekolah.

Dalam pelaksanaannya, siswa membaca Al-Qur’an secara mandiri maupun dipandu melalui pengeras suara pusat sekolah. Guru yang mengajar pada jam pertama turut mendampingi agar kegiatan berlangsung tertib.

“Guru yang mengajar pada jam pertama turut mendampingi dan memastikan kegiatan berlangsung tertib,” katanya.

Advertisements

Share:
Editor: Budi Setiawan
Source:
Advertisements

Baca Juga

Rekomendasi

Advertisements

Berita Populer

  1. #1
  1. #2
  1. #3
  1. #4
  1. #5
Advertisements

Berita Terbaru

Advertisements

Berita Pilihan

Advertisements

Topik Populer

  1. #1
  1. #2
  1. #3
  1. #4
  1. #5
Advertisements

Foto Terbaru

Video Terbaru

Advertisements