PESISIR BARAT – Sebuah bangunan di kawasan Pasar Way Batu, Kecamatan Pesisir Tengah, Kabupaten Pesisir Barat, ludes dilalap api pada Sabtu malam (13/6/2026) sekitar pukul 23.30 WIB. Peristiwa tersebut menyebabkan kerugian material yang ditaksir mencapai Rp100 juta. Beruntung, tidak ada korban jiwa maupun korban luka dalam kejadian itu.
Petugas Pemadam Kebakaran Kabupaten Pesisir Barat bergerak cepat setelah mengetahui adanya kobaran api di lokasi kejadian. Dengan waktu respons sekitar tiga menit, personel langsung menuju Pasar Way Batu untuk melakukan pemadaman sekaligus mencegah api merembet ke bangunan lain di sekitar lokasi.
Kepala Satuan Polisi Pamong Praja dan Pemadam Kebakaran Kabupaten Pesisir Barat, Cahyadi, S.IP., membenarkan peristiwa kebakaran tersebut. Menurutnya, laporan diterima pada Sabtu malam dan petugas yang sedang bersiaga segera melakukan pengecekan ke lokasi.
"Anggota pemadam kebakaran yang sedang standby melihat adanya asap dan api dari arah Pasar Way Batu. Selanjutnya personel menuju lokasi untuk melakukan pengecekan dan mendapati bangunan di area pasar sudah terbakar. Informasi tersebut kemudian diteruskan kepada personel lainnya di posko untuk mempercepat penanganan," kata Cahyadi saat dikonfirmasi, Minggu (14/6/2026).
Setelah menerima laporan dan memastikan kondisi di lapangan, seluruh personel yang bertugas langsung melakukan upaya pemadaman. Langkah tersebut dilakukan secara cepat dan terkoordinasi guna mencegah api meluas ke bangunan lain di kawasan pasar.
Dalam penanganan kejadian tersebut, Satpol PP dan Damkar Kabupaten Pesisir Barat menerjunkan delapan personel pemadam kebakaran, dua analis kebakaran, serta dua anggota Satpol PP. Operasi pemadaman dipimpin langsung oleh Kasi Pencegahan Kebakaran dan Kasi Pemadaman Kebakaran dengan dukungan dua unit mobil pemadam kebakaran.
"Petugas langsung melakukan pemadaman begitu tiba di lokasi. Fokus utama kami adalah melokalisasi titik api agar tidak menjalar ke bangunan lain yang berada di sekitar pasar. Alhamdulillah api berhasil dikendalikan dan situasi dapat diamankan," jelasnya.
Berdasarkan pendataan sementara, bangunan yang terbakar diketahui milik seorang warga bernama Siti. Meski bangunan mengalami kerusakan berat akibat kebakaran, tidak terdapat korban jiwa maupun korban luka dalam peristiwa tersebut.
"Korban jiwa nihil, korban luka juga tidak ada. Untuk kerugian material sementara diperkirakan sekitar Rp100 juta," ungkapnya.
Hasil pemeriksaan awal menunjukkan kebakaran diduga dipicu oleh korsleting listrik. Meski demikian, petugas masih melakukan pendalaman untuk memastikan penyebab pasti kebakaran.
"Dugaan sementara penyebab kebakaran berasal dari korsleting listrik. Meski demikian, analisis lebih lanjut tetap dilakukan oleh petugas untuk memastikan penyebab pastinya," jelasnya.
Proses pemadaman dan pendinginan berlangsung hingga sekitar pukul 02.30 WIB, Minggu (14/6/2026). Setelah dipastikan tidak ada lagi titik api maupun potensi kebakaran susulan, seluruh personel yang terlibat kembali ke Pos Pemadam Kebakaran Pesisir Tengah dan Pos Pemadam Kebakaran Ngambur.
