Kecepatan menerima informasi dan mobilisasi menuju lokasi menjadi salah satu faktor penting dalam penanganan kejadian. Karena itu, keberadaan unit siaga di wilayah Pesbar diharapkan dapat memperpendek waktu respons ketika operasi SAR dibutuhkan.
Ari menegaskan, penempatan Unit Siaga SAR di Pesbar tidak hanya ditujukan untuk menangani kejadian di wilayah kabupaten tersebut. Tim juga siap memberikan dukungan apabila terjadi kondisi membahayakan manusia atau bencana yang membutuhkan operasi pencarian dan pertolongan di wilayah Lampung Barat.
“Kami ditempatkan di Pesisir Barat ini jelas siap dan selalu bersinergi. Kami stand by 24 jam apabila dibutuhkan untuk pencarian dan pertolongan. Kami juga siap merespons apabila ada kondisi membahayakan manusia di Lampung Barat,” katanya.
Menurutnya, cakupan dukungan tersebut menjadi bagian dari tugas Unit Siaga SAR yang bermarkas di Pesbar. Kendati kantor dan personel berada di Kuala Stabas, tim tetap dapat dikerahkan ke wilayah Lampung Barat apabila terdapat kejadian yang membutuhkan bantuan dan koordinasi dengan Basarnas.
“Jadi bukan hanya di Pesisir Barat. Walaupun kantor kami berada di Pesisir Barat, untuk wilayah Lampung Barat kami juga siap apabila ada kemungkinan bencana atau kondisi yang membutuhkan bantuan pertolongan. Kami siap berangkat ke sana,” tandasnya. (*)