LAMPUNG BARAT – Produksi padi di Kabupaten Lampung Barat hingga Juli 2026 mencapai 47.793,82 ton gabah kering panen (GKP). Angka tersebut setara dengan 49,18 persen dari sasaran produksi padi yang ditetapkan pemerintah daerah sepanjang tahun ini.
Berdasarkan data Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura (TPH) Lampung Barat, target produksi padi 2026 ditetapkan sebesar 97.183,87 ton GKP. Dengan realisasi hingga Juli mencapai 47.793,82 ton, capaian tersebut hampir menyentuh separuh dari target tahunan.
Kepala Dinas TPH Lampung Barat Maidar, S.H., M.Si., mengatakan angka tersebut merupakan akumulasi produksi padi dari 15 kecamatan selama periode Januari hingga Juli 2026.
“Produksi padi sampai Juli ini mencapai 47.793,82 ton GKP dari sasaran produksi tahun ini sebesar 97.183,87 ton,” kata Maidar.
Menurut dia, realisasi tersebut masih berpotensi bertambah karena data yang dihimpun baru mencakup produksi hingga Juli. Sejumlah wilayah masih memasuki periode panen pada bulan-bulan berikutnya.
“Produksi ini masih akan bergerak karena data yang tercatat baru sampai Juli. Kita terus melakukan pemantauan terhadap perkembangan produksi di masing-masing kecamatan,” ujarnya.
Dari 15 kecamatan yang menjadi sentra produksi padi, Bandarnegeri Suoh (BNS) mencatat sasaran produksi tertinggi. Kecamatan tersebut ditargetkan menghasilkan 19.408 ton GKP, dengan realisasi hingga Juli mencapai 11.012 ton.
Kecamatan Suoh berada di posisi berikutnya dengan target produksi 17.030 ton GKP dan realisasi 7.691 ton.
Selanjutnya, Kebuntebu memiliki target produksi 9.147 ton dengan realisasi 4.997 ton GKP. Sementara Balikbukit ditargetkan menghasilkan 9.189 ton, dengan realisasi hingga Juli mencapai 4.829 ton.
Waytenong menargetkan produksi 5.556 ton GKP dan telah merealisasikan sekitar 3.900 ton hingga Juli.
Adapun realisasi produksi di kecamatan lainnya tercatat sebagai berikut:
- Batubrak: 2.524 ton dari target 5.370 ton.
- Gedungsurian: 2.132 ton dari target 4.745 ton.
- Belalau: 1.757 ton dari target 4.772 ton.
- Sukau: 1.830 ton dari target 7.857 ton.
- Sumberjaya: 1.305 ton dari target 4.596 ton.
- Lumbok Seminung: 1.825 ton dari target 2.656 ton.
- Pagardewa: 1.710 ton dari target 2.682 ton.
- Batuketulis: 894 ton dari target 1.472 ton.
- Airhitam: 665 ton dari target 2.137 ton.
Menariknya, Sekincau menjadi satu-satunya kecamatan yang hingga Juli telah melampaui sasaran produksi tahunan. Dari target sebesar 559 ton GKP, realisasi produksinya justru mencapai 717 ton.