BANDAR LAMPUNG — Kebakaran melanda sebuah rumah permanen di Jalan Z.A. Pagar Alam Gang Upca Nomor 45, RT 04/LK 02, Kelurahan Rajabasa Nyunyai, Kecamatan Rajabasa, Kota Bandar Lampung, Minggu 4 Oktober 2026.
Laporan kebakaran diterima Mako Tendean pada pukul 12.41 WIB. Petugas kemudian mengerahkan sejumlah unit pemadam dari beberapa pos siaga dan Mako Tendean menuju lokasi kejadian.
Unit pertama, Ziegler dari Pos Siaga Rajabasa, keluar pos pada pukul 12.42 WIB dan tiba di lokasi pukul 12.46 WIB. Secara keseluruhan, seluruh unit yang dikerahkan tiba di lokasi hingga pukul 12.55 WIB dengan waktu respons tercepat sekitar lima menit.
Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) Kota Bandar Lampung, Anthoni Irawan, Proses pemadaman berlangsung hingga pukul 14.24 WIB. Sebanyak 40 personel dikerahkan untuk menangani kebakaran tersebut dengan dukungan unit kendaraan pemadam dan operasional dari sejumlah pos.
“Personil yang dikerahkan ke lokasi sebanyak 40 dalam melakukan penangan, sedangkan air sebanyak lebih kurang 10 tangki,”ucap Anthoni.
Berdasarkan keterangan warga setempat, kebakaran diduga bermula ketika Ira, penghuni rumah, sedang memasak di dapur menggunakan kompor portabel. Diduga terjadi kebocoran pada kompor yang kemudian menimbulkan ledakan.
Percikan api dari kejadian tersebut diduga dengan cepat membesar dan menyambar benda-benda yang mudah terbakar di sekitar dapur. Api kemudian merambat dan menyambar sejumlah sepeda motor yang berada di dekat atau di samping dapur.
Namun, penyebab pasti kebakaran masih dalam penyelidikan dan penanganan lebih lanjut akan dilakukan oleh pihak yang berwenang.
Rumah yang terbakar merupakan milik Asep Arisandi (37), seorang wiraswasta. Dalam rumah tersebut terdapat satu kepala keluarga dengan lima anggota keluarga, yakni Asep Arisandi, Ira Rahma Vinalita (34), Arsa Kajuri Ramadhan Sabit (12), Muhammad Yuri Izasega (4), dan Auranti Syahzuri yang masih berusia empat bulan.
Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Sementara itu, kerugian material diperkirakan mencapai sekitar Rp150 juta berdasarkan keterangan pamong setempat.
Sejumlah barang yang terbakar meliputi dua unit sepeda motor RX King, satu unit Suzuki Satria FU, satu unit Suzuki Smash, satu unit Honda Beat, perabotan rumah tangga, serta bagian struktur bangunan.
Sebanyak 10 tangki air digunakan selama proses pemadaman. Penanganan kebakaran melibatkan personel dari berbagai pos siaga, dengan total sembilan unit kendaraan pemadam dan operasional yang dikerahkan.