PESISIR BARAT – Pelaksanaan Pemilihan Peratin (Pilratin) Serentak Kabupaten Pesisir Barat 2026 mulai memasuki tahapan penting. Menjelang pesta demokrasi tingkat pekon tersebut, Polres Pesisir Barat mengajak seluruh elemen masyarakat bersama-sama menjaga keamanan dan ketertiban agar seluruh tahapan berlangsung aman, tertib, damai, dan demokratis.
Kapolres Pesisir Barat AKBP Rinto Haivan Simbolon, S.E., S.I.K., M.H., mengatakan perbedaan pilihan merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari proses demokrasi.
Karena itu, masyarakat diharapkan tidak menjadikan perbedaan dukungan terhadap calon peratin sebagai alasan untuk memutus hubungan persaudaraan maupun memicu konflik di tengah masyarakat.
Imbauan tersebut disampaikan seiring semakin dekatnya pelaksanaan Pilratin Serentak yang akan digelar di 42 pekon di Kabupaten Pesisir Barat.
Berdasarkan tahapan yang telah ditetapkan, penetapan calon peratin dilaksanakan pada 24 September 2026. Selanjutnya, deklarasi damai calon peratin dijadwalkan pada 7 Oktober 2026, sedangkan pemungutan suara akan berlangsung pada 29 Oktober 2026.
“Kami mengajak seluruh masyarakat Pesisir Barat untuk bersama-sama menjaga keamanan dan ketertiban selama seluruh tahapan Pilratin. Perbedaan pilihan merupakan hal yang wajar dalam demokrasi, tetapi jangan sampai menimbulkan perpecahan di tengah masyarakat,” katanya.
Menurut Kapolres, terciptanya Pilratin yang aman dan kondusif bukan hanya menjadi tanggung jawab kepolisian. Seluruh pihak memiliki peran penting, mulai dari calon peratin, tim dan pendukung, panitia pemilihan, aparatur pekon, tokoh masyarakat, tokoh adat, tokoh agama, hingga masyarakat yang memiliki hak pilih.
Karena itu, setiap calon dan pendukungnya diharapkan mengikuti seluruh tahapan pemilihan sesuai ketentuan yang berlaku. Persaingan untuk memperoleh dukungan masyarakat juga diminta dilakukan secara sehat dengan mengedepankan gagasan, visi, dan program bagi kemajuan pekon.
“Setiap calon dan pendukungnya kami harapkan dapat mengikuti seluruh tahapan pemilihan sesuai ketentuan serta mengedepankan sikap saling menghormati. Masyarakat juga jangan mudah terprovokasi oleh informasi yang belum dapat dipastikan kebenarannya,” ujarnya.
Kapolres juga mengingatkan masyarakat agar tidak melakukan tindakan yang dapat mengganggu tahapan Pilratin, seperti intimidasi, kekerasan, penyebaran berita bohong atau hoaks, provokasi, hingga praktik politik uang.
Menurutnya, perbedaan dukungan seharusnya tidak sampai mengganggu hubungan kekeluargaan dan persaudaraan yang telah terbangun di lingkungan masyarakat.
“Mari kita hormati seluruh calon dan pilihan masing-masing warga. Jangan sampai perbedaan pilihan justru merusak hubungan kekeluargaan dan persaudaraan yang selama ini sudah terjalin,” jelasnya.