LAMPUNG BARAT – Gangguan kelistrikan di Kecamatan Gedungsurian, Kabupaten Lampung Barat, hingga kini belum juga mendapat penanganan yang dirasakan masyarakat. Tegangan listrik yang tidak stabil disertai pemadaman berulang disebut telah berlangsung sekitar tiga bulan sejak Agustus 2026.
Persoalan tersebut sebelumnya telah dilaporkan kepada petugas PLN. Namun, hingga memasuki Oktober 2026, masyarakat mengaku belum merasakan adanya langkah perbaikan yang signifikan.
Kondisi itu mendapat perhatian dari Ketua DPK Apdesi Gedungsurian yang juga Peratin Trimulyo, Buchori, S.P., dan Peratin Pura Mekar, Anderi. Keduanya meneruskan keluhan masyarakat dengan mendesak PLN segera turun tangan untuk memastikan jaringan listrik di wilayah tersebut kembali normal.
Menurut kedua peratin, gangguan yang terjadi bukan hanya persoalan tegangan listrik yang tidak maksimal. Fluktuasi tegangan dan pemadaman berulang juga mulai berdampak terhadap peralatan elektronik milik masyarakat.
“Keluhan ini sudah kami sampaikan sejak beberapa bulan lalu. Kondisi tegangan listrik tidak stabil dan pemadaman juga masih terjadi. Kami meminta PLN segera melakukan pengecekan dan perbaikan,” tegas mereka.
Berdasarkan laporan yang diterima pemerintah pekon dari masyarakat, sejumlah peralatan elektronik rumah tangga disebut ikut terdampak. Salah satunya lampu atau bohlam yang dilaporkan banyak mengalami kerusakan, selain gangguan pada perangkat elektronik lainnya.
“Dampaknya bukan hanya listrik yang kurang maksimal atau sering padam. Masyarakat juga khawatir barang elektronik mereka rusak akibat tegangan yang tidak stabil,” ujar keduanya.
Para peratin menilai persoalan tersebut perlu segera mendapat perhatian karena menyangkut pelayanan dasar yang sangat dibutuhkan masyarakat. Terlebih, kewajiban pelanggan kepada PLN selama ini tetap dipenuhi.
“Pelanggan tentu memiliki kewajiban kepada PLN dan selama ini masyarakat tidak pernah mengabaikan kewajibannya. Apalagi sekarang pembayaran listrik sudah menggunakan sistem token atau pulsa, sehingga pelanggan membayar terlebih dahulu sebelum menggunakan listrik,” jelas mereka.
Karena itu, para peratin meminta adanya keseimbangan antara kewajiban pelanggan dan pelayanan yang diberikan penyedia listrik.
“Kalau kewajiban pelanggan dipenuhi, tentu masyarakat juga berharap mendapatkan pelayanan yang baik dan kenyamanan dalam menggunakan listrik. Jangan sampai masyarakat terus mengalami gangguan tanpa ada kepastian kapan persoalan ini diselesaikan,” tegas mereka.
Para peratin juga berharap PLN segera melakukan pemeriksaan terhadap jaringan maupun sumber gangguan di wilayah Pekon Trimulyo. Langkah tersebut dinilai penting agar persoalan tegangan listrik yang tidak stabil dan pemadaman tidak terus berlarut.