LAMPUNG BARAT – Pemerintah Pekon Trimulyo, Kecamatan Gedungsurian, menggelar sosialisasi pencegahan stunting sejak dini yang menyasar ibu hamil (bumil), ibu menyusui (busui), serta remaja pranikah. Kegiatan tersebut dirangkaikan dengan peluncuran program Pemberian Makanan Tambahan (PMT) bagi balita rentan stunting sebagai upaya meningkatkan status gizi anak sekaligus menekan angka stunting di wilayah setempat.
Kegiatan yang berlangsung di Pekon Trimulyo itu dihadiri Camat Gedungsurian Agus Hadi Purnama, S.IP. Hadir pula sebagai narasumber dr. Dwi Cahyo Juliyanto, Bidan Desa Trimulyo Imas Masitoh, Kepala Pustu Trimulyo, serta Kepala Puskesmas setempat.
Dalam sambutannya, Camat Gedungsurian Agus Hadi Purnama mengapresiasi pelaksanaan sosialisasi tersebut. Menurutnya, penanganan stunting tidak hanya menjadi tanggung jawab tenaga kesehatan maupun pemerintah pekon, tetapi membutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat.
Ia menegaskan bahwa keluarga memiliki peran penting dalam menciptakan lingkungan yang sehat, terutama bagi ibu hamil dan balita. Salah satu langkah sederhana yang dapat dilakukan adalah menghindari kebiasaan merokok di dalam rumah agar anggota keluarga tidak terpapar asap rokok.
"Peran ayah sangat penting dalam mendukung tumbuh kembang anak. Salah satunya dengan tidak merokok di area rumah sehingga lingkungan keluarga menjadi lebih sehat," ujarnya.
Sementara itu, Peratin Pekon Trimulyo Buchoro, S.P., mengatakan pencegahan stunting sebaiknya dimulai sejak usia remaja, khususnya bagi calon pengantin atau remaja pranikah. Menurutnya, edukasi mengenai gizi, kesehatan reproduksi, serta pola hidup sehat harus diberikan sebelum memasuki masa kehamilan.
"Penanganan stunting tidak cukup hanya menyasar balita. Sasaran idealnya dimulai dari remaja pranikah, kemudian ibu hamil, ibu menyusui, hingga ibu yang memiliki balita. Dengan demikian, pencegahan dapat dilakukan secara menyeluruh," katanya.
Selain penyampaian materi, peserta juga mendapatkan edukasi mengenai pentingnya pemenuhan gizi sejak masa remaja, selama kehamilan, hingga periode 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK) yang menjadi fase penting dalam tumbuh kembang anak.
Sebagai bentuk komitmen bersama dalam menekan angka stunting, Pemerintah Pekon Trimulyo bersama sektor kesehatan juga meluncurkan program PMT bagi balita rentan stunting. Program tersebut diharapkan mampu membantu meningkatkan status gizi balita sekaligus memperkuat upaya pencegahan stunting di tingkat pekon.
Melalui kegiatan ini, pemerintah berharap kesadaran masyarakat mengenai pentingnya pencegahan stunting semakin meningkat. Dengan sinergi antara pemerintah, tenaga kesehatan, dan masyarakat, diharapkan lahir generasi Lampung Barat yang sehat, cerdas, dan berkualitas.