LAMPUNG UTARA – Dinas Perpustakaan Kabupaten Lampung Utara terus mendorong peningkatan minat dan kesadaran membaca masyarakat melalui berbagai program, mulai dari sosialisasi di sekolah hingga pengembangan pojok baca di desa.
Kepala Bidang Pengembangan Sumber Daya Dinas Perpustakaan Kabupaten Lampung Utara, Muji Tabah, mengatakan budaya membaca tidak dapat dibangun secara instan. Kebiasaan tersebut perlu ditanamkan sejak usia dini, terutama di lingkungan sekolah.
"Yang pastinya, membangun kesadaran membaca tidak bisa secara spontan. Maka dari tingkat SD, kami sosialisasikan. Bahkan kami melakukan sosialisasi ke desa-desa," ujar Muji.
Menurutnya, keberadaan perguruan tinggi di suatu daerah turut memengaruhi jumlah kunjungan masyarakat ke perpustakaan.
Ia menyebut Lampung Utara memiliki sejumlah perguruan tinggi, di antaranya UMKO dan DCC. Jumlah tersebut memang tidak sebanyak perguruan tinggi yang terdapat di Provinsi Lampung secara keseluruhan.
Meski demikian, kunjungan masyarakat ke perpustakaan daerah Lampung Utara masih tergolong cukup tinggi. Dalam sehari, jumlah pengunjung disebut berkisar 40 hingga 100 orang, dengan pelajar menjadi salah satu kelompok yang cukup dominan.
"Sehari itu bisa sampai 40 bahkan 100 orang pengunjung. Tapi kita juga cukup banyak pengunjungnya, yang pasti karena kunjungan anak-anak sekolah ini," katanya.
Selain layanan di gedung perpustakaan, Dinas Perpustakaan Lampung Utara juga menyediakan alternatif bagi masyarakat melalui Pojok Baca Digital (Pokcadi) yang berada di Gedung Mal Pelayanan Publik (MPP).
"Selain di perpustakaan ini, kita juga ada Pokcadi (Pojok Baca Digital) yang ada di Gedung MPP, jadi ada opsi selain perpustakaan," jelas Muji.
Upaya membangun budaya membaca juga diperluas hingga ke tingkat desa. Dari sekitar 160 desa yang ada di Kabupaten Lampung Utara, sekitar 60 persen di antaranya disebut telah memiliki pojok baca desa.
"Sudah sekitar 60 persen yang punya pojok baca desa," pungkasnya saat diwawancarai pada Rabu, 7 Oktober 2026.
Pengembangan pojok baca tersebut menjadi bagian dari upaya Dinas Perpustakaan Lampung Utara memperluas akses masyarakat terhadap bahan bacaan. Program itu sekaligus diarahkan untuk menanamkan kebiasaan membaca sejak usia sekolah hingga lingkungan masyarakat desa.