“Transformasi PLN pada akhirnya harus dirasakan langsung oleh pelanggan. Karena itu, kami tidak hanya berfokus pada keandalan pasokan listrik, tetapi juga terus meningkatkan kemudahan layanan, mempercepat respons terhadap kebutuhan pelanggan, dan memastikan setiap interaksi dengan PLN memberikan pengalaman yang semakin baik. Kepercayaan pelanggan menjadi fondasi penting bagi PLN untuk terus bertumbuh dan menjalankan perannya dalam mendukung pembangunan nasional,” ujar Darmawan.
Ia menjelaskan, PLN terus menjalankan transformasi melalui digitalisasi secara end-to-end, mulai dari proses operasional ketenagalistrikan hingga interaksi dengan pelanggan.
Upaya tersebut dilakukan melalui penguatan ekosistem layanan digital, integrasi proses bisnis, serta peningkatan kapasitas sumber daya manusia.
PLN menargetkan layanan yang lebih praktis, transparan, dan responsif terhadap kebutuhan pelanggan.
”Ke depan, PLN akan terus bergerak menjadi perusahaan yang semakin andal, semakin mudah diakses, dan semakin memahami kebutuhan pelanggan, sehingga kehadiran listrik benar-benar memberikan nilai tambah bagi kehidupan masyarakat dan pertumbuhan ekonomi Indonesia,” kata Darmawan.
Direktur Retail dan Niaga PLN, M. Fahrur Rozy, menyampaikan penghargaan tersebut akan menjadi dorongan bagi perusahaan untuk terus memperbaiki kualitas pelayanan, termasuk melalui pengembangan aplikasi PLN Mobile.
Aplikasi tersebut menyediakan akses ke berbagai layanan kelistrikan, seperti permohonan pasang baru, perubahan daya, pembayaran tagihan, hingga pengaduan gangguan.
Selain memperluas kemudahan layanan digital, PLN juga terus berupaya memperkuat keandalan pasokan listrik dan meningkatkan respons petugas dalam menangani kebutuhan pelanggan.
“Penghargaan ini kami persembahkan kepada seluruh pelanggan dan insan PLN yang terus menjadi bagian dari perjalanan transformasi perusahaan. Kepercayaan masyarakat adalah amanah yang harus kami jaga melalui kerja nyata dan perbaikan berkelanjutan,” ucap Rozy.
Ia menambahkan, PLN terus membangun budaya customer oriented atau berorientasi pada pelanggan di seluruh lini organisasi.
Budaya tersebut mencakup upaya menjaga keandalan listrik, mempercepat penanganan gangguan, mempermudah akses layanan, dan memahami kebutuhan masyarakat.
”Pengalaman pelanggan yang baik merupakan hasil dari kerja bersama seluruh insan PLN. Setiap insan PLN didorong untuk memahami bahwa kualitas layanan bukan hanya menjadi tanggung jawab unit pelayanan pelanggan, melainkan tanggung jawab seluruh proses bisnis perusahaan,” pungkas Rozy.