Asisten Bidang Perekonomian dan Pembangunan Provinsi Lampung Mulyadi Irsan menjelaskan bahwa investasi merupakan salah satu strategi untuk mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.
Menurutnya, upaya tersebut melengkapi peningkatan produktivitas sektor pertanian, pengembangan industri hilir, dan penguatan sektor jasa, termasuk pariwisata.
Investasi diharapkan dapat membuka lapangan kerja, meningkatkan nilai ekspor, serta membentuk struktur ekonomi Lampung yang lebih produktif.
Dalam rapat koordinasi tersebut, Mulyadi turut memaparkan perkembangan rencana sejumlah kawasan industri, termasuk kawasan industri Mayapada dan PISEL.
Kedua pengembangan itu ditargetkan memasuki tahap peletakan batu pertama atau groundbreaking pada Desember 2026.
Meski demikian, target tersebut masih menjadi bagian dari rencana pengembangan yang perlu dikawal melalui kesiapan setiap tahapan.
Salah satu agenda utama yang dibahas adalah pengembangan Kawasan Industri Katibung.
Menurut Mulyadi, rencana tersebut telah ditindaklanjuti melalui nota kesepahaman atau memorandum of understanding (MoU) antara Pemprov Lampung dan PT Minamas.
Kawasan ini diarahkan untuk mendukung pengembangan industri hilir sekaligus berkontribusi terhadap agenda kemandirian energi nasional.
Mulyadi menegaskan bahwa penyelesaian studi kelayakan atau feasibility study (FS) menjadi tahapan penting untuk memastikan kesiapan rencana pengembangan Katibung.
Kajian tersebut diharapkan mencakup aspek teknis, ekonomi, sosial, dan lingkungan. Hasilnya akan menjadi dasar untuk pembahasan lebih lanjut dengan pemerintah pusat.
"Kita berharap finalisasi feasibility study ini bisa diselesaikan sebelum Desember, sehingga menjadi bahan bagi Pemprov Lampung untuk melaporkan kesiapan daerah dalam mendukung cita-cita kemandirian energi nasional," ujarnya.