BANDAR LAMPUNG – Pemerintah Provinsi Lampung terus mengembangkan inovasi digital untuk meningkatkan kualitas pelayanan publik.
Salah satu langkah yang dilakukan yakni melalui Sistem Manajemen Peminjaman Aset Terpadu (SIMASTER).
Aplikasi yang dikembangkan Biro Umum Sekretariat Daerah Provinsi Lampung tersebut ditujukan untuk memudahkan proses pengelolaan dan peminjaman berbagai aset milik pemerintah daerah.
Melalui SIMASTER, pengelolaan peminjaman aset seperti gedung, ruang rapat, kendaraan dinas hingga fasilitas lainnya dapat dilakukan secara lebih terintegrasi.
Kepala Biro Umum Sekretariat Daerah Provinsi Lampung, Muhammad Yuliardi, S.STP., M.Si., mengatakan pengembangan SIMASTER dilakukan untuk mengatasi sejumlah kendala yang muncul dalam sistem peminjaman aset yang sebelumnya masih menggunakan mekanisme manual.
Menurut Yuliardi, sistem manual menyulitkan proses pemantauan ketersediaan aset secara real time. Selain itu, penelusuran terhadap riwayat penggunaan dan peminjaman aset juga belum dapat dilakukan secara optimal.
“Melalui SIMASTER, data peminjaman aset dapat lebih terdata dan terkontrol,” ujar Yuliardi.
Sejumlah fasilitas milik Pemprov Lampung yang cukup sering dimanfaatkan di antaranya Lapangan Korpri, Lapangan Tenis, Gedung Green Sport Arena, Aula Balai Keratun, Pusiban dan berbagai fasilitas pemerintah daerah lainnya.
Yuliardi menjelaskan, pemanfaatan fasilitas tersebut selama ini lebih banyak ditujukan bagi instansi pemerintahan di lingkungan Pemprov Lampung serta lembaga vertikal.
Sementara bagi pihak swasta, terutama penggunaan aset untuk kepentingan komersial, pada prinsipnya tidak menjadi prioritas dalam pemanfaatan fasilitas milik pemerintah daerah.
Pengembangan SIMASTER dilakukan setelah Biro Umum mengidentifikasi sejumlah persoalan dalam pelayanan peminjaman aset. Persoalan tersebut antara lain administrasi yang masih dilakukan secara manual, informasi ketersediaan aset yang belum terintegrasi serta pemantauan status peminjaman yang belum optimal.
Melalui sistem digital tersebut, proses pengajuan, verifikasi, persetujuan hingga pemantauan status peminjaman dapat dilakukan dalam satu sistem.