TEKNO – Tren pasar smartphone bekas sering kali menghadirkan kejutan menarik bagi para pencinta teknologi. Pasalnya, perangkat yang dulunya berstatus ponsel bendera (flagship) berharga belasan juta rupiah, kini dapat dibeli dengan nominal yang sangat terjangkau.
Salah satu opsi paling unik yang layak dilirik di pasar ponsel bekas saat ini adalah Asus Zenfone 7 Pro. Smartphone yang pertama kali meluncur secara global pada pertengahan tahun 2020 ini membawa konsep desain eksperimental yang jarang ditemukan pada produk modern saat ini.
Memasuki tahun-tahun belakangan ini, unit bekas perangkat ini dibanderol dengan harga yang sangat menggiurkan, yakni di kisaran Rp1 jutaan saja. Angka ini tentu sangat murah untuk sebuah perangkat yang dibekali spesifikasi dapur pacu kelas atas pada zamannya.
Daya tarik utama dari perangkat ini tidak hanya terletak pada harganya yang terjangkau. Inovasi mekanisme kamera putar (flip camera) dan layar bersih tanpa gangguan poni (notch) menjadi poin penjualan unik yang membuatnya tetap tampil beda.
Layar Super AMOLED Bersih Tanpa Poni dan Tompel
Di saat sebagian besar produsen smartphone berlomba-lomba menerapkan poni atau lubang kamera (punch hole) di layar depan, Asus mengambil langkah berbeda. Desain Zenfone 7 Pro menghadirkan panel layar utuh tanpa ada gangguan visual sedikit pun di bagian depan.
Layar berukuran 6,67 inci ini menggunakan panel Super AMOLED dengan resolusi Full HD Plus dan dukungan sertifikasi HDR10 Plus. Rasio layarnya terasa sangat lapang karena kamera depan absen sepenuhnya dan digantikan oleh mekanisme putar dari modul kamera belakang.
Meskipun laju penyegaran (refresh rate) layarnya baru menyentuh angka 90Hz dan belum mencapai 120Hz seperti standar flagship terbaru, kualitas tampilannya tetap terasa mulus dan tajam. Lapisan kacanya juga sudah dilindungi oleh proteksi ketat Corning Gorilla Glass 6.
Pengalaman menonton video streaming streaming atau menikmati konten multimedia di layar ini terasa sangat memuaskan. Sertifikasi DRM Widevine L1 yang sudah didukung secara bawaan memungkinkan pemutaran film di platform populer seperti Netflix dalam resolusi Full HD.
Mekanisme Tiga Kamera Putar yang Serbaguna
Inovasi paling mencolok dari perangkat ini adalah keberadaan teknologi motorized triple flip camera. Mekanisme motorik ini memungkinkan modul tiga kamera utama di bagian belakang berputar 180 derajat menghadap ke arah depan saat pengguna ingin mengambil foto selfie.
Konfigurasi kameranya terdiri dari kamera utama beresolusi 64 MP, lensa telefoto 8 MP dengan kemampuan pembesaran optik, serta lensa ultra-wide 12 MP. Lampu kilat LED juga ikut berputar mengikuti arah pergerakan modul kamera tersebut.
Keuntungan utama dari sistem kamera putar ini adalah kualitas foto selfie atau rekaman video depan yang setara dengan kualitas kamera utama. Pengguna dapat menggunakan lensa sudut lebar (ultra-wide) maupun telefoto untuk kebutuhan swafoto dan perekaman vlog secara fleksibel.
Di dalam aplikasi kamera bawaan, pengguna bahkan bisa mengatur sudut kemiringan putaran modul kamera secara presisi sesuai kebutuhan sudut pengambilan gambar. Fitur kalibrasi ulang juga tersedia jika pergerakan engsel motorik terasa kurang pas.