TEKNO – Tren komputasi portabel kembali memasuki babak baru yang sangat menarik di pasar Indonesia. Setelah sekian lama dinantikan oleh para antusias teknologi, laptop berbasis arsitektur ARM buatan Nvidia akhirnya resmi mendarat dan diuji secara langsung.
Perangkat mutakhir yang menjadi pionir kehadiran inovasi ini adalah ASUS ProArt P16. Laptop kelas kreator profesional ini memadukan desain bodi yang terbilang thin and light dengan dapur pacu yang sangat bertenaga.
Bukan sekadar laptop tipis biasa, ASUS ProArt P16 ditenagai oleh superchip Nvidia RTX Spark N1X. Chipset revolusioner ini menyatukan unit prosesor CPU dan kartu grafis GPU dalam satu kepingan silikon terintegrasi yang sangat efisien.
Kehadiran perangkat ini sekaligus menjawab keraguan publik mengenai potensi kompatibilitas aplikasi ARM serta performa sesungguhnya saat digunakan untuk pemrosesan Agentic AI lokal maupun sesi gaming kelas berat.
Arsitektur Chipset Nvidia RTX Spark N1X dan Spesifikasi Utama
Di sektor jantung pacu, Nvidia RTX Spark N1X membawa total 20 core Nvidia Grace CPU yang dipadukan dengan GPU berkekuatan 6.144 CUDA cores. Pengolahan grafisnya mengadopsi arsitektur Blackwell modern, yang performanya setara dengan kartu grafis kelas desktop papan atas.
Keunggulan utama dari arsitektur superchip ini terletak pada skema Unified Memory. CPU dan GPU dapat mengontrol dan mengakses ruang memori yang sama hingga kapasitas 64 GB hingga 128 GB LPDDR5X, memberikan fleksibilitas alokasi VRAM yang sangat luas.
Untuk menopang ruang penyimpanan, laptop ini dibekali SSD NVMe PCIe Gen 4 berkapasitas 1 TB yang sangat responsif. Sektor daya ditopang oleh baterai berkapasitas maksimal 99,9 Whr yang sudah disesuaikan dengan aturan standar penerbangan internasional.
Sisi visualnya dimanjakan oleh layar panel OLED berukuran 16 inci dengan kualitas reproduksi warna tingkat tinggi. Semua kecanggihan spesifikasi ini dikemas rapi di dalam cangkang bodi tipis berbahan premium dengan bobot total yang masih berada di bawah angka 2 kilogram.
Hasil Pengujian Komputasi dan Performa Grafis
Dalam pengujian sintetis Cinebench 2024, prosesor berbasis ARM pada laptop ini mampu mencatatkan skor single-core sebesar 133 poin dan multi-core menyentuh 1.738 poin. Hasil impresif ini sukses menyejajarkan performanya dengan jajaran prosesor laptop gaming tebal yang beredar di pasaran.
Lanjut ke pengujian kemampuan pemrosesan grafis melalui 3DMark Speedway, skor yang diraih berada di angka 3.071 poin. Sementara pada pengujian 3DMark Steel Nomad, angka pencapaiannya berada di level 3.233 poin yang menandakan performa pemrosesan 3D yang sangat mantap.
Saat diuji untuk alur kerja pembuatan konten nyata seperti rendering 3D pada aplikasi Blender 5.3, pemrosesan menggunakan GPU dengan opsi Optics berhasil diselesaikan dalam waktu di bawah 2 menit. Ini merupakan peningkatan efisiensi waktu yang sangat signifikan dibanding pemrosesan CPU.
Aktivitas penyuntingan video pada Adobe Premiere Pro CC 2026 versi beta dan DaVinci Resolve 21 juga berjalan sangat mulus. Durasi export berkas video resolusi 4K60 dapat tuntas lebih cepat dibandingkan durasi asli dari klip video yang diuji.