BANDAR LAMPUNG – Gelombang laut setinggi 1,25–2,5 meter berpeluang terjadi di perairan Teluk Lampung bagian utara dan selatan. Kondisi ini perlu menjadi perhatian masyarakat pesisir, nelayan, serta operator kapal yang beraktivitas di wilayah perairan Lampung.
Berdasarkan informasi kondisi sinoptik, pola angin di wilayah perairan Lampung umumnya bergerak dari arah timur hingga selatan dengan kecepatan berkisar 2–25 knot. Kecepatan angin tertinggi terpantau di Perairan Barat Lampung dan Selat Sunda bagian selatan Lampung.
Dalam peringatan dini tersebut, wilayah yang berpeluang mengalami gelombang setinggi 1,25–2,5 meter meliputi Perairan Teluk Lampung Bagian Selatan dan Perairan Teluk Lampung Bagian Utara.
Sementara itu, tidak terdapat wilayah yang tercatat berpeluang mengalami gelombang setinggi 4–6 meter maupun 6–9 meter dalam informasi tersebut.
Meski demikian, kondisi angin dan gelombang laut tetap perlu diperhatikan karena dapat mempengaruhi keselamatan pelayaran, terutama bagi kapal berukuran kecil maupun kapal yang beroperasi di perairan terbuka.
Perahu nelayan berisiko terhadap keselamatan pelayaran apabila kecepatan angin mencapai 15 knot dan tinggi gelombang mencapai 1,25 meter.
Adapun kapal tongkang menghadapi risiko ketika kecepatan angin mencapai 16 knot dan tinggi gelombang mencapai 1,5 meter.
Kapal feri juga berisiko apabila kecepatan angin mencapai 21 knot dan tinggi gelombang mencapai 2,5 meter. Sementara itu, kapal besar, seperti kapal kargo dan kapal pesiar, berisiko ketika kecepatan angin mencapai 27 knot dan tinggi gelombang mencapai 4 meter.
Masyarakat yang beraktivitas di laut diimbau untuk memperhatikan informasi cuaca maritim dan kondisi gelombang sebelum berlayar.
Nelayan serta operator kapal juga perlu menyesuaikan aktivitas pelayaran dengan kondisi perairan demi mengurangi resiko kecelakaan di laut.