LAMPUNG SELATAN - Sebaran debu vulkanik dari Gunung Anak Krakatau terpantau bergerak ke arah barat laut hingga mulai mencakup sebagian wilayah Teluk Lampung pada Senin 05 Oktober 2026 malam.
Informasi tersebut disampaikan BMKG Lampung berdasarkan hasil analisis citra satelit RGB Himawari-9.
"Berdasarkan analisis citra satelit RGB Himawari-9, 05 Oktober 2026 pukul 22.00 WIB, teridentifikasi sebaran debu vulkanik Gunung Anak Krakatau bergerak ke arah Barat Laut hingga mencakup sebagian Teluk Lampung, dengan ketinggian mencapai sekitar 9.000 kaki (2,7 km)," tulis keterangan BMKG Lampung.
Sebaran debu vulkanik tersebut terpantau setelah Gunung Anak Krakatau mengalami erupsi pada Senin 05 Oktober 2026 pukul 20.28 WIB.
Erupsi sebelumnya tercatat pada seismograf dengan amplitudo maksimum 33 milimeter dan durasi 61 detik.
Sementara itu, visual letusan tidak teramati saat erupsi berlangsung.
Hasil pemantauan citra satelit kemudian menunjukkan material debu vulkanik bergerak ke arah barat laut dan mencakup sebagian wilayah Teluk Lampung.
Ketinggian sebaran debu vulkanik berdasarkan analisis BMKG Lampung mencapai sekitar 9.000 kaki atau 2,7 kilometer.
BMKG Lampung mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap perkembangan aktivitas Gunung Anak Krakatau, termasuk potensi sebaran debu vulkanik.
"Masyarakat diimbau tetap waspada dan mengikuti informasi resmi dari instansi terkait," tulis BMKG Lampung.
Masyarakat yang berada di wilayah berpotensi terdampak juga diimbau tidak panik dan tetap memantau perkembangan terbaru dari BMKG, PVMBG, serta instansi terkait.
Informasi resmi tersebut penting menjadi acuan masyarakat untuk mengetahui perkembangan arah sebaran debu vulkanik maupun rekomendasi keselamatan selama aktivitas Gunung Anak Krakatau berlangsung.