PESISIR BARAT – Upaya pencarian terhadap Suroso (35), nelayan asal Pekon Way Haru, Kecamatan Bangkunat, Kabupaten Pesisir Barat, yang hilang setelah perahu jukung yang ditumpanginya terbalik dihantam gelombang sekitar tiga meter, Kamis (20/8), belum dapat dilakukan secara optimal.
Tim Basarnas bersama Satgas Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pesisir Barat telah berada di Pelabuhan Kota Jawa, Kecamatan Bangkunat. Namun, operasi pencarian melalui jalur laut terpaksa ditunda karena kondisi cuaca dan gelombang masih cukup besar.
Kepala BPBD Pesisir Barat, Herdi Wilismar, S.H., M.M., mengatakan tim SAR telah berada di wilayah Bangkunat dan bersiap melanjutkan pencarian terhadap korban. Faktor keselamatan menjadi pertimbangan utama sehingga operasi laut belum dapat dilakukan pada Kamis.
“Basarnas sudah berada di Pelabuhan Kota Jawa bersama Satgas BPBD. Namun, operasi SAR hari ini belum bisa dilaksanakan karena terkendala cuaca dan gelombang yang masih besar. Operasi SAR akan dilanjutkan besok pagi dengan membagi tim menjadi dua,” kata Herdi.
Menurut Herdi, pencarian akan dilakukan melalui dua jalur. Tim pertama akan menyisir wilayah perairan menggunakan sarana laut, sedangkan tim kedua melakukan pencarian melalui jalur darat.
Pembagian tersebut diharapkan dapat memperluas cakupan pencarian sekaligus meningkatkan peluang menemukan Suroso.
“Besok pagi akan diplot menjadi dua tim, yakni tim pencarian laut dan tim penyisiran darat. Malam ini tim SAR akan menginap di Pos AL Bangkunat untuk mempersiapkan operasi pencarian,” ujarnya.
Peristiwa kecelakaan laut itu terjadi sekitar pukul 06.30 WIB. Saat itu, Suroso bersama Herwandi (40) berangkat melaut menggunakan perahu jukung bernama Sepanas Ujung.
Keduanya berangkat dari rumah sekitar pukul 05.00 WIB menuju Pelabuhan Way Haru dan tiba sekitar pukul 05.30 WIB. Sebelum melaut, keduanya sempat mengecek kondisi gelombang.
Setelah menilai situasi masih memungkinkan untuk melaut, kedua nelayan tersebut kemudian berangkat. Namun, ketika perahu memasuki jalur keluar-masuk pelabuhan, gelombang besar tiba-tiba menerjang.
Kapolsek Ngaras Iptu Doni Dermawan D, S.Psi., M.M., mengatakan perahu masih mampu melewati dua hempasan gelombang pertama. Kondisi berubah saat gelombang ketiga yang diperkirakan mencapai tiga meter menghantam perahu.
“Pada hempasan pertama dan kedua masih bisa dilewati. Namun, pada hempasan ketiga, ombak diperkirakan setinggi tiga meter sehingga perahu tidak mampu melewatinya dan akhirnya terhempas,” kata Doni.