LAMPUNG BARAT – Kasus dugaan penganiayaan terhadap salah seorang kru musik Electone Manggarai, Kecamatan Air Hitam, Kabupaten Lampung Barat, yang diduga melibatkan anggota DPRD Lampung Barat dari Daerah Pemilihan (Dapil) 4, Prayitno, S.H., masih dalam proses penanganan kepolisian.
Peristiwa tersebut terjadi saat acara musik di Pekon Manggarai, Kecamatan Air Hitam, Minggu (18/10/2026), sekitar pukul 21.15 WIB. Insiden itu sempat memicu keributan yang melibatkan kru penyelenggara acara hingga terjadi perselisihan di atas panggung.
Salah seorang kru yang disebut menjadi korban kemudian menjalani visum dan melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Sumber Jaya.
Kapolsek Sumber Jaya, AKP Edward Panjaitan, mengatakan pihaknya masih melakukan penyelidikan atas laporan dugaan penganiayaan tersebut. Namun, polisi juga menerima informasi bahwa kedua belah pihak telah merencanakan penyelesaian secara kekeluargaan.
“Untuk proses penyelidikan terkait kasus tersebut masih kita lakukan. Namun, kami juga mendapatkan informasi bahwa kedua belah pihak saat ini telah merencanakan penyelesaian permasalahan secara kekeluargaan,” kata Edward.
Menurutnya, musyawarah untuk mencapai kesepakatan damai dapat menjadi langkah positif apabila disepakati oleh kedua belah pihak.
“Musyawarah secara kekeluargaan merupakan langkah yang baik, yakni menyelesaikan permasalahan dengan cara berdamai. Kita berharap hal tersebut dapat dilakukan, mengingat kejadian ini tentunya bukan sesuatu yang direncanakan, melainkan terjadi secara spontan dan kemungkinan dipengaruhi kondisi atau suasana di lokasi acara hajatan yang menghadirkan musik electone,” jelasnya.
Edward menegaskan, kepolisian masih menunggu perkembangan lebih lanjut, terutama terkait rencana perdamaian antara pihak-pihak yang terlibat.
“Saat ini kita tengah menunggu informasi lanjutan, terutama terkait kabar akan adanya perdamaian secara kekeluargaan dari kedua belah pihak. Tentunya kita mengedepankan restorative justice,” tegas Edward.
Sementara itu, Peratin Pekon Manggarai, Sumarno, membenarkan bahwa sebelumnya telah ada rencana untuk mempertemukan kedua belah pihak guna membahas penyelesaian masalah secara damai.
“Memang sebelumnya ada rencana musyawarah damai antara kedua belah pihak. Namun, mungkin karena masing-masing pihak sedang sibuk dengan aktivitasnya, sehingga rencana tersebut belum terlaksana,” ujar Sumarno.
Sebelumnya, Daru, perwakilan AuthaBarayaMusic.Event_Lampung yang bertugas sebagai pengisi acara, juga membenarkan adanya insiden tersebut.