LAMPUNG BARAT – PT PLN (Persero) Unit Layanan Pelanggan (ULP) Liwa mengungkap sejumlah faktor yang menyebabkan tegangan listrik tidak stabil di beberapa pekon di Kecamatan Gedungsurian, Kabupaten Lampung Barat. Gangguan tersebut dikeluhkan masyarakat selama kurang lebih tiga bulan terakhir.
Kondisi ini tidak hanya mengganggu aktivitas sehari-hari warga yang bergantung pada pasokan listrik, tetapi juga menimbulkan kekhawatiran terhadap keamanan peralatan elektronik milik masyarakat.
Kepala ULP PLN Liwa, Septiadi Kusuma, mengatakan pihaknya telah menindaklanjuti keluhan tersebut melalui koordinasi dan pemeriksaan terhadap sistem kelistrikan di wilayah terdampak.
“Dikarenakan mengenai kondisi tegangan listrik yang tidak stabil di wilayah Gedungsurian, Kabupaten Lampung Barat, PLN memohon maaf atas ketidaknyamanan yang terjadi,” ujar Septiadi.
Berdasarkan hasil pemeriksaan, terdapat beberapa gangguan yang memengaruhi kestabilan pasokan listrik. Salah satunya adalah gangguan berulang pada kabel MVTIC di jalur Bukit Kemuning–Sumber Jaya.
“Hasil dari pemeriksaan kami informasikan bahwa beberapa kali terjadi gangguan kabel MVTIC di daerah Bukit Kemuning–Sumber Jaya, kemudian adanya gangguan pada percabangan Cipta Laga dan Talang Ujung,” jelasnya.
Selain gangguan jaringan, kondisi operasional Pembangkit Listrik Tenaga Mikrohidro (PLTMH) Sumber Jaya yang tidak optimal turut memengaruhi pasokan listrik di wilayah tersebut.
Menurut Septiadi, penurunan debit air selama musim kemarau menjadi salah satu penyebab pembangkit listrik tenaga mikrohidro tersebut tidak dapat beroperasi secara optimal.
“Penyebab kedua disebabkan karena tidak optimalnya operasi PLTMH Sumber Jaya karena kurangnya debit air pada musim kemarau ini,” katanya.
PLN menyatakan kondisi kelistrikan di Gedungsurian dan sekitarnya menjadi perhatian perusahaan. Evaluasi dan perbaikan sistem akan terus dilakukan untuk mengurangi gangguan sekaligus meningkatkan kualitas pelayanan kepada pelanggan.
“PLN Liwa berkomitmen untuk terus melakukan evaluasi dan perbaikan guna meningkatkan keandalan, kontinuitas, dan kualitas tegangan listrik bagi masyarakat di wilayah Gedungsurian dan sekitarnya,” tegas Septiadi.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada masyarakat atas pengertian dan kerja sama selama proses penanganan gangguan berlangsung.