LAMPUNG BARAT – Pemerintah Pekon Balak, Kecamatan Batu Brak, terus menunjukkan komitmennya dalam mendukung program Kabupaten Lampung Barat sebagai daerah tangguh bencana. Salah satu upaya yang dilakukan adalah menyalurkan 19 unit Alat Pemadam Api Ringan (APAR) kepada masyarakat sekaligus menggelar sosialisasi dan simulasi penanggulangan kebakaran.
Kegiatan yang berlangsung di Balai Pekon Balak itu dihadiri Camat Batu Brak Rusman, Peratin Pekon Balak Sarnada, jajaran Lembaga Himpun Pemekonan (LHP), petugas Pemadam Kebakaran Kabupaten Lampung Barat, pendamping desa, serta masyarakat penerima bantuan.
Selain penyerahan APAR, kegiatan juga diisi dengan pelatihan penggunaan alat pemadam oleh petugas Damkar. Masyarakat diberikan pemahaman mengenai langkah-langkah penanganan awal saat terjadi kebakaran, termasuk cara mengatasi api akibat kebocoran kompor maupun tabung gas LPG yang kerap menjadi penyebab kebakaran rumah tangga.
Peratin Pekon Balak, Sarnada, menjelaskan bahwa pengadaan APAR tersebut bersumber dari Dana Desa Tahun Anggaran 2026. Program tersebut merupakan bentuk investasi keselamatan masyarakat sekaligus langkah memperkuat mitigasi bencana di tingkat pekon.
Menurutnya, sejumlah peristiwa kebakaran yang terjadi belakangan ini menjadi pengingat penting bahwa kesiapsiagaan masyarakat harus terus ditingkatkan. Upaya tersebut tidak hanya melalui penyediaan sarana pendukung, tetapi juga peningkatan pengetahuan dan keterampilan warga dalam menghadapi kondisi darurat.
“Kami ingin masyarakat tidak hanya memiliki alat pemadam, tetapi juga memahami cara penggunaannya. Ketika terjadi kebakaran kecil, warga bisa melakukan penanganan awal sehingga api tidak berkembang menjadi lebih besar dan menimbulkan kerugian yang lebih luas,” ujar Sarnada.
Ia menambahkan, keberadaan APAR di lingkungan masyarakat diharapkan dapat mempercepat respons awal sebelum petugas pemadam kebakaran tiba di lokasi kejadian.
“Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya mendukung program Kabupaten Tangguh Bencana. Pencegahan dan kesiapsiagaan harus dimulai dari lingkungan terkecil, yaitu keluarga dan masyarakat pekon,” katanya.
Advertisements
Dalam sesi praktik lapangan, petugas Damkar memperagakan tata cara penggunaan APAR yang benar, mulai dari membuka pengaman, mengarahkan nozzle ke sumber api, hingga memperhatikan prosedur keselamatan saat melakukan pemadaman.
Antusiasme masyarakat terlihat tinggi selama simulasi berlangsung. Sejumlah warga bahkan mendapat kesempatan mencoba langsung penggunaan APAR sebagai bekal menghadapi situasi darurat di lingkungan masing-masing.
Camat Batu Brak Rusman memberikan apresiasi atas langkah Pemerintah Pekon Balak yang memanfaatkan Dana Desa untuk kegiatan yang berorientasi pada keselamatan masyarakat.
Menurutnya, pembangunan tidak hanya berfokus pada infrastruktur fisik, tetapi juga harus mencakup upaya perlindungan masyarakat dari berbagai potensi bencana.