BANDAR LAMPUNG — Ferrari resmi memperkenalkan Ferrari Luce sebagai model listrik produksi pertamanya, menandai babak baru dalam sejarah panjang pabrikan supercar asal Italia tersebut.
Peluncuran ini menjadi tonggak penting karena Ferrari selama puluhan tahun identik dengan mesin pembakaran internal berperforma tinggi, namun kini memasuki era elektrifikasi tanpa meninggalkan karakter khas Prancing Horse.
Ferrari mengungkap model electric vehicle (EV) ini di Roma, Italia, pada 25 Mei 2026. Nama Luce, yang berarti “cahaya” dalam bahasa Italia, dipilih sebagai simbol transisi menuju masa depan dengan tetap menjunjung tinggi nilai tradisi dan performa.
Model ini mengusung konfigurasi empat pintu dan lima tempat duduk, menjadikannya grand tourer listrik mewah dengan fungsionalitas lebih luas dibandingkan supercar Ferrari konvensional.
Ferrari Luce dibekali empat motor listrik yang masing-masing menggerakkan roda, menghasilkan tenaga lebih dari 1.000 tenaga kuda.
Akselerasi dari 0–100 km/jam diklaim mampu dicapai dalam sekitar 2,5 detik, menegaskan DNA performa Ferrari tetap terjaga meski tanpa mesin konvensional.
Baterai berkapasitas besar memungkinkan jarak tempuh lebih dari 530 kilometer dalam sekali pengisian daya.
Kecepatan puncak diklaim melampaui 310 km/jam, menjadikannya salah satu EV tercepat di kelas mobil listrik premium.
Dari sisi desain, Luce merupakan hasil kolaborasi Ferrari dengan LoveFrom, studio kreatif yang dipimpin Sir Jony Ive bersama Marc Newson.
Kolaborasi ini menghasilkan tampilan futuristik yang tetap mempertahankan identitas visual Ferrari, baik pada eksterior maupun interior.
Kabin dirancang mengedepankan kemewahan modern dengan pendekatan minimalis, memadukan teknologi canggih dan ergonomi khas grand tourer untuk perjalanan jarak jauh.
Ferrari menegaskan bahwa Luce tidak dimaksudkan untuk menggantikan sepenuhnya model bermesin pembakaran internal.


